Berita Sukoharjo
Curhat Petani usai Dam Colo Ditutup Sebulan Lebih, Ada yang Terpaksa Tunda Olah Tanah & Tanam Padi
Para petani masih merasakan dampak dari penutupan Dam Colo, Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Para petani masih merasakan dampak dari penutupan Dam Colo, Nguter, Kabupaten Sukoharjo.
Penutupan Dam Colo Sukoharjo sudah dilakukan sejak 16 Oktober 2023.
Artinya, sudah lebih kurang selama sebulan lebih, Dam Colo ditutup.
Itu memberikan efek ke petani yang masih bergantung dengan aliran sungai dari irigasi Dam Colo.
Kebutuhan air belum terpenuhi menjadi salah satu efek yang dirasakan petani.
Baca juga: Pembukaan Dam Colo Sukoharjo Ditunda, Gegara Tampungan Belum Cukup Buat Alokasi Irigasi
Akibatnya, petani terpaksa menunda olah tanah dan tanam padi pada musim tanam I.
Ketua Paguyuban Petani Pengguna Air (P3A) Dam Colo Timur Jigong Sarjanto mengatakan Dam Colo Nguter sendiri dalam kondisi kekurangan air, dan berdampak pada terbatasnya air yang harus dialirkan melalui saluran irigasi ke sawah petani.
"Sudah dapat informasi jika waduk si Gajah Mungkur Wonogiri belum ada air, dan penutupan pintu air Dam Colo diperpanjang hingga air di waduk tercukupi," ucap Jigong saat di Konfirmasi TribunSolo.com, Minggu (26/11/2023).
Ia menjelaskan, akibat kondisi tersebut para petani menjadi kesulitan untuk memenuhi air, mulai dari Nguter Kabupaten Sukoharjo sampai di wilayah Jawa Timur sama kekurangan air.
Kendati demikian beberapa petani di sepanjang aliran Dam Colo masih ada yang menggunakan sumur demi bisa tanam dan panen.
Baca juga: Keluhan Petani Sukoharjo ke Plt Mentan Arief : Dari Dam Colo Sampai Harga Pupuk Non Subsidi Mahal
"Iya sumur itu bisa mengatasi kendala sementara, sebab jika tidak ada air keseluruhan itu juga berpengaruh pada panen padi nanti dan stok pangan beras," paparnya.
Selain itu, meski sudah turun hujan di Kabupaten Sukoharjo, menurutnya belum belum mempengaruhi petanu yang terdampak penutupan Dam Colo.
Jigong meminta agar Pemerintah Kabupaten agar serius, dan tidak hanya sekedar membangun waduk dan Dam saja.
"Waduk atau pun Dam dibangun untuk menampung air, tetapi itu permasalahannya sering terjadi sedimentasi dan mempengaruhi penurunan daya tampung air, karena itu pemerintah diminta lebih serius dalam hal perawatan khususnya penanganan sedimentasi dengan pengerukan," tandasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Dam-colo-sukoharjo-2023-2.jpg)