Pemilu 2024

Gegara Pemilu, Simpatisan Bisa Alami Stres, Wadir RSJD Solo : Peran Keluarga Sangat Dibutuhkan

Suhu politik Pemilu 2024 berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi psikologis peserta dan simpatisan. 

Tayang:
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Andreas Chris
Bangsal VIP yang ada di RSJD Dr Arif Zainudin Kota Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Suhu politik Pemilu 2024 berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi psikologis peserta dan simpatisan. 

Seperti yang disampaikan Wakil Direktur (Wadir) Pelayanan RSJD Dr Arif Zainudin Surakarta, Wahyu Nur Ambarwati.

"Kemudian selama ini yang mendapat gangguan mental dan dirawat inap itu bukan melulu Caleg ya," ucap dia saat ditemui TrubunSolo.com, Rabu (29/11/2023).

"Ada juga anggota keluarga dari Caleg tersebut atau tim sukses yang mengusung salah satu calon," imbuhnya.

Kondisi psikologis yang berpotensi dialami peserta dan simpatisan akibat Pemilu, yakni rasa cemas.

Baca juga: Cak Imin Ungkap Kemungkinan AMIN Menang di Jatim, Punya Strategi Khusus Raup Suara Daerah Basis PDIP

"Mulanya mereka akan cemas, apakah hasil yang keluar sesuai dengan harapan mereka atau tidak," ujar, Ambar 

"Bila hasilnya ternyata di luar prediksi mereka, maka akan mengalami kekecewaan. Untuk yang baik mentalnya bisa melewati fase tersebut dengan legawa,".

"Namun bagi mereka yang tidak siap, apalagi yang telah memiliki ekspektasi tinggi, tidak menutup kemungkinan mereka bisa mengalami depresi atau gangguan mental," tambahnya.

Kondisi psikologis semacam itu bisa dilihat saat Pemilu 2014 dan 2019.

RSJD Solo menerima pasien rawat inap dari kalangan peserta Pemilu.

Peserta itu mengalami gangguan mental pasca kalah dalam pesta demokrasi lima tahunan.

"Jumlahnya tidak banyak ya, kalau tahun 2014 dulu sekitar 4 sampai lima orang, sedangkan untuk 2019 jumlah pastinya saya kurang tahu, tapi tidak sampai 10 orang," kata dia.

Baca juga: Kunjungan Pasien Remaja di RSJD Solo Meningkat 6 Bulan Terakhir, Tiap Bulan Rata-rata 3.000-an

Oleh karena itu, Ambar menyarankan kepada semua pihak yang berkaitan dengan Pemilu untuk bisa melakukan deteksi dini terkait kondisi psikologis mereka guna mencegah depresi.

"Di sini peran keluarga sangat dibutuhkan. Ditambah dengan tenaga profesional, dalam hal ini tenaga medis. Sehingga apabila muncul tanda-tanda tersebut, mereka bisa segera tertangani, tidak memperparah kondisinya," saran Ambar.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved