Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Pengamat Sebut Gimik Gemoy Bisa jadi Bumerang Buat Prabowo, Citra Sosok Kuat dan Nasionalis Luntur

Asrinaldi menilai gimik tersebut justru bisa jadi bumerang bagi calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

|
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Istimewa
Prabowo Subianto capres Koalisi Indonesia Maju. 

TRIBUNSOLO.COM - Pakar politik Universitas Andalas, Asrinaldi, menyoroti gimik gemoy yang kini melekat pada calon presiden Koalisi Indonesia Maju, Prabowo Subianto.

Asrinaldi menilai gimik tersebut justru bisa jadi bumerang bagi calon Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. 

Menurutnya, Prabowo selama ini dikenal dengan citranya sebagai sebagai sosok nasionalis yang kuat. 

Baca juga: Mahfud MD Klaim Dia Menteri Paling Vokal soal Kasus Korupsi, Ungkit Pernah Lawan Jenderal Bintang 3

Gimik gemoy yang viral di media sosial tak sesuai dengan citra Prabowo Subianto sebagai mantan pimpinan Kopassus.

"Prabowo harus kembali ke jati dirinya sebagai seorang nasionalis yang kuat karena sekarang sudah ada saingannya seperti Mahfud MD," kata Asrinaldi, Rabu (29/11/2023).

Dia menilai gimik gemoy bisa mengjapuskan kesan kuat dan tegas yang lekat dengan Prabowo pada Pemilu 2014 dan Pemilu 2019.

"Dahulu dikatakan Indonesia harus mandiri, tidak lagi impor, tunjukkan kalau kita kuat, 'kan dahulu seperti (itu) Pak Prabowo terkenalnya," kata Asrinaldi.

Dosen Universitas Andalas itu juga mengingatkan gimik gemoy jika berlebihan bisa menggerus perolehan suara Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.

Baca juga: Alasan Ganjar Pranowo Kini Tampil Berkumis dan Berjenggot, Sebut Simbol Perlawanan

Sebab saat ini, kaum milenial semakin cerdas memilih.

Pemilih berpendidkan tak akan termakan oleh gimik dan cenderung mengalihkan dukungan ke pasangan calon lain.

"Kita juga punya pemilih kelas menengah yang mengandalkan rasionalitas dan kualitas dalam memilih. Anak muda ini juga bisa terpengaruh oleh sosok lain, bisa dimobilisasi," kata Asrinaldi sebagaimana dikutip Antara.

Soal kritikan keras terhadap gimik gemoy ini sebelumnya sudah ditanggapi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Rakam Rosan Roeslani,

Rislan menyebut gimik gemoy bisa menjadi pintu masuk kaum muda untuk menyelami gagasan Prabowo-Gibran.

Dia juga mengklaim gimik gemoy melekat pada Prabowo "organik" berasal dari anak muda, bukan polesan tim kampanye.

"Bukan kami yang bikin ide 'gemoy', bukan. Ini tumbuh secara organik dari bawah dan ketertarikan anak muda itu," kata Rosan saat peresmian markas Sekretariat TKN Prabowo-Gibran di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/11).

(*)

Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved