Berita Sragen
KONDISI Jenazah Nenek Sragen yang Hanyut di Bengawan Solo Pasca Ditemukan : Utuh Tapi Ada Lebam
Saat ditemukan, jenazah korban masih dalam kondisi utuh, dan mengalami lebam mayat karena berada di air selama 2 hari dua malam.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kondisi jenazah nenek Sulami (58) asal Sragen yang hanyut di Sungai Bengawan Solo masih utuh setelah ditemukan.
Kapolsek Sambungmacan, Iptu Widarto menyebut saat ditemukan, jenazah korban masih dalam kondisi utuh, dan mengalami lebam mayat karena berada di air selama 2 hari dua malam.
"Kondisi sudah dua hari di air, mayat sudah lebam, namun demikian masih utuh, pakaian juga masih utuh," kata Iptu Widarto kepada TribunSolo.com, Kamis (7/12/2023).
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke instalasi forensik RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen untuk dilakukan pemulasaraan jenazah.
Lalu, jenazah dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
"Saya sampaikan tidak ada luka kekerasan, murni kaitannya dengan kecelakaan air, Almarhumah Ibu Sulami bisa dievakuasi kembali," jelasnya.
"Dan juga keluarga menerima kaitannya dengan kematian tersebut, karena itu benar-benar musibah," tambahnya.
Baca juga: Jenazah Nenek Asal Sragen Hanyut di Bengawan Solo Ditemukan 1,56 KM dari Titik Awal Lokasi Hanyut
Adapun operasi SAR untuk mencari nenek Sulami (58) yang hanyut di Sungai Bengawan Solo resmi dihentikan.
Korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (7/12/2023) pagi.
Kapolsek Sambungmacan, Iptu Widarto mengatakan sebelumnya, operasi SAR telah dilakukan selama 2x24 jam.
Dimana, korban dilaporkan hanyut ke Sungai Bengawan Solo pada Selasa (5/12/2023) sekira pukul 12.00 WIB.
Proses pencarian pun dihentikan saat malam hari, dan tim relawan gabungan kembali melanjutkan pencarian pada Kamis pagi.
Tim SAR gabungan pun melakukan penyisiran dan menemukan jenazah korban mengapung di permukaan air.
"Semenjak tadi pagi, kita mulai pencarian dari pukul 07.00 WIB, sebelumnya proses pencarian dilakukan 2 hari berturut-turut, kaitannya dengan malam hari, proses dihentikan sementara, dan pagi dijalankan kembali," katanya.
"Betul (ditemukan relawan saat melakukan penyisiran), relawan dari 2 hari itu menyisir dari aliran sungai mengarah ke Ngawi, disitu ditemukan ternyata radius tidak jauh, 1 km dari TKP awal," tambahnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Relawan-gabungan-mengevakuasi-jenazah-seorang-nenek-yang-hanyut-di-Sungai-Bengawan-Solo.jpg)