Pemilu 2024

Cak Imin Kembali Kritik Kartu Prakerja Jokowi : Nonton YouTube Dibayar Biar Apa?

Cak Imin heran peserta program Kartu Prakerja bisa mendapatkan bayaran hanya bermodalkan nonton YouTube.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
(KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA A)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin ditemui di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Minggu (1/10/2023). 

TRIBUNSOLO.COM - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar mengkritik Kartu Prakerja yang merupakan salah satu program unggulan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Cak Imin heran peserta program Kartu Prakerja bisa mendapatkan bayaran hanya bermodalkan nonton YouTube.

Dia menilai, seharusnya program Kartu Prakerja punya urgensi masa transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja.

Baca juga: Cak Imin Kritik Program Kartu Prakerja Ala Jokowi, Sebut Berpotensi Bikin Anak Muda Malas

"Prakerja itu kan nonton YouTube dibayar, yang bikin YouTube dibayar. Nah, padahal itu urgensinya apa? Transisi antara dunia pendidikan lulusan SMK, SMA, S1 yang akan ke dunia kerja," jelas Muhaimin di Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (7/12/2023).

Dia berpendapat, tujuan dari program Kartu Prakerja adalah industri yang menjadi sasaran peserta magang disupport oleh program negara berdasarkan anggaran keuangan yang ditentukan.

Tetapi saat ini kata dia, program Kartu Prakerja melenceng dari sasaran utamanya.

"Kok sekarang berubah sasaran," kata Muhaimin.

Baca juga: Tak Hadiri Debat Bareng Cak Imin dan Mahfud di TV, Gibran Mengaku Sudah Persiapan untuk Debat di KPU

Muhaimin Iskandar sendiri sudah berjanji, jika dia memenangkan pemilihan presiden (pilpres) 2024 akan melakukan evaluasi total terhadap program Kartu Prakerja.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan, salah satu catatan evaluasi program tersebut yakni bekerja sama dengan dunia industri.

Dia menyebut program Kartu Prakerja tidak bisa belajar hanya dengan melihat dan mencatat, tapi memerlukan praktek.

"Tidak usah lama lama soal 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan, tapi orang langsung bisa terfungsikan di industri," katanya.

Sebelumnya, Cak Imin di Aceh juga mengkritik soal Kartu Prakerja. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah segera membuat generasi muda bekerja agar pertumbuhan ekonomi dari bonus demografi segera terasa.

Baca juga: Arsjad Rasjid Sebut Ganjar Punya Kemiripan dengan Jokowi, Suka Blusukan dan Tidur di Rumah Wargfa

“Kartu Prakerja bagus, tapi membuat orang malas setelah pelatihan,” ujar Muhaimin dalam forum Coffee Morning bersama ratusan mahasiswa Universitas Al-Muslim di Kabupaten Bireun, Aceh, Rabu (6/12/2023).

Jika memenangkan Pilpres 2024, Muhaimin bakal mengevaluasi skema Kartu Prakerja. Ia ingin, anggarannya dipotong untuk memberikan dana pada program persiapan kerja yang lain.

“Anggaran (kartu) prakerja kita geser menjadi dana pemagangan massal di berbagai industri atau lembaga,” tutur dia.

Tak hanya itu, ia juga ingin memberikan dana bantuan untuk anak muda yang ingin mengembangkan ilmunya dengan berkuliah di luar negeri. Dia juga menyampaikan, ingin menambah jumlah peserta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“(Selain itu) mahasiswa juga bisa lanjut S2 dengan sistem kredit,” imbuh dia.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved