Viral

Erupsi Gunung Api di Indonesia Kompak,PVMB Sebut Tak Ada Hubungannya:Punya Dapur Magma Masing-masing

Erupsi gunung yang ada di wilayah Lampung Selatan itu tak ada hubungannya dengan erupsi gunung lainnya. 

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Tri Widodo
Twitter/Sutopo_PN
Gunung Anak Krakatau berubah menjadi status siaga level 3 Kamis (27/12/2018). 

TRIBUNSOLO.COM- Gunung api di Indonesia seolah-olah kompak untuk erupsi. 

Dalam waktu yang tak terpaut lama, gunung-gunung api ingin melepaskan energinya. 

Baca juga: Total Korban Meninggal Dunia Erupsi Gunung Marapi Mencapai 23 Orang, Mayoritas Mahasiswa

Baca juga: Masih Cari Seorang Pendaki, Relawan Erupsi Gunung Marapi Mulai Kelelahan, Banyak yang Alami Kram

Setelah Marapi, giliran gunung Anak Krakatau (GAK) yang mengalami erupsi. 

Namun dipastikan, erupsi gunung yang ada di wilayah Lampung Selatan itu tak ada hubungannya dengan erupsi gunung lainnya. 

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau (GAK) di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan Andi Suardi mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak ada hubungannya dengan ring of fire (cincin api).

"Tidak ada hubungannya, memang dalam ring of fire tapi setiap gunung api punya dapur magma masing-masing," kata Andi, dikutip dari Tribunlampungselatan.com, Jumat (8/12/2023).

"Mungkin di tahun ini beberapa gunung api tersebut sudah ada yang mengeluarkan energinya (erupsi)," sambungnya.

Ia pun membantah fenomena gunung api lainnya di Indonesia yang aktif karena saling terkait dan itu juga berdampak ke Gunung Anak Krakatau.

Seperti saat ini Gunung Marapi di Sumatera Barat yang sedang erupsi.

"Ya itu keterangannya diatas, contohnya kalau ada hubungan langsung seharusnya gunung api yang lebih dekat dengan Gunung Marapi mungkin ikut erupsi. Sedangkan Marapi dan Gunung Anak Krakatau kan jauh," jelasnya.

Ia jelaskan untuk saat ini Gunung Anak Krakatau (GAK) di Lampung Selatan mengalami 4 kali erupsi, Kamis (7/12/2023).

Selama erupsi tersebut Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan melontarkan material vulkanik hingga ketinggian mencapai 1.200 meter yang terjadi pukul 12.15 WIB.

Menurut Andi Suardi saat ini GAK masih terus mengalami erupsi.

"Erupsi pertama pukul 05.52 WIB, lalu pukul 06.00 WIB, pukul 10.12 WIB dan pukul 12.15 WIB," kata Andi.

Lebih lanjut Andi menjelaskan erupsi yang tercatat yakni yang memiliki ketinggi kolom abu lebih dari 500 meter.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved