Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Survei Litbang Kompas Prabowo-Gibran Tertinggi, Gerindra Solo : Efek PDIP Kerap Serang Jokowi

Menurut pandangan Ardianto suara pemilih cukup drastis berubah lantaran akhir-akhir ini Presiden Jokowi sering diserang PDIP.

Dok Tim Media Prabowo
Momen calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Prabowo Subianto menyapa masyarakat saat akan mendaftarkan diri ke KPU maju Pilpres 2024. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno memandang adanya perubahan survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas baru-baru ini karena efek Jokowi.

Lebih lanjut, menurut pandangan Ardianto suara pemilih cukup drastis berubah lantaran akhir-akhir ini Presiden Jokowi sering diserang PDIP.

Penyebab lain menurut Ardianto, lantaran sosok Prabowo-Gibran kini makin menunjukkan keseriusannya untuk memimpin negara.

"Yang pertama masyarakat sudah sadar tentang demokrasi. Yang kedua pemilih ini kan betul-betul mencermati mana yang santun, yang bisa membimbing, membina negara nantinya," ujar Ardianto saat dihubungi TribunSolo.com, Senin (11/12/2023) malam.

Menurut Ardianto, narasi-narasi yang menyerang Jokowi menjadi bumerang yang menggerus suara salah satu Paslon.

"Itu kan kini masyarakat sudah bisa menilai mana yang hanya muncul karena emosional, muncul dengan narasi-narasi yang kurang baik, kurang berbobot. Akhirnya masyarakat menilai sendiri," sambungnya.

"Di situlah masyarakat akhirnya migrasi yang awalnya pemilih pak Jokowi memilih ke calon sebelah sekarang beralih ke Paslon 02," tegas Ardianto.

Baca juga: Anaknya yang Terseret Ombak Parangtritis Ditemukan, Ayah Siswa MTs Solo: Tidak Putus Salat Tahajud

Lebih lanjut, Ardianto menjelaskan bahwa beberapa waktu terakhir dirinya sempat bertemu dengan masyarakat non partai di Solo.

Hal itu menjadi bukti bagaimana suara pendukung Jokowi bisa merubah peta survei sejauh ini baik di wilayah Jawa Tengah maupun khususnya Kota Solo.

"Berpengaruh karena masyarakat di kota Solo juga sama. Saya kemarin bertemu masyarakat yang non partai awalnya pendukung pak Jokowi, mereka punya basis sangat kuat. Begitu beliau diserang, dicaci maki oleh beberapa orang termasuk mantan wali kota. Akhirnya membuat mereka tidak respect," urai Ardianto.

"Makanya mereka tidak suka dan Pak Jokowi telah memimpin 10 tahun serta dulu didukung terus sekarang diserang, bahkan dari anaknya, bapaknya hingga ke istrinya yang sebenarnya tidak nyambung dengan politik, akhirnya masyarakat dengan sendirinya tidak mau memilih calon pemimpin yang pendukungnya emosional. Itu salah satu yang mempengaruhi elektoral di kota Solo sekarang berubah," imbuhnya.

Sementara melihat jumlah presentase swing voter mencapai 28 persen diyakini Ardianto bisa direbut oleh Prabowo-Gibran kedepannya.

"Saya melihat ada sisi positif walaupun banyak swing voter perempuan banyak yang belum menentukan pilihan, tapi saya yakin di bulan Februari nanti pasti memilih pak Prabowo-Mas Gibran," kata dia.

"Keyakinan saya, dimana pak Prabowo merupakan figur yang bisa mengayomi seperti seorang bapak yang bisa menyampaikan pesan yang bisa diterima oleh masyarakat termasuk perempuan. Ini analogi saya," tambah Ardianto.

Baca juga: Survei Litbang Kompas Prabowo-Gibran Tertinggi, Gerindra Wonogiri Sebut Kehendak Masyarakat

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved