Berita Boyolali
Mitos di Desa Karangnongko Boyolali, Warga Tak Boleh Tanam Kacang-kacangan: Bisa Celaka
Desa di Boyolali ini memiliki mitos unik. Warganya tidak berani menanam tanaman kacang-kacangan. Itu karena bisa celaka.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
"Nek coro wong jowo, koyo dilulu metune. Nandur sitik kok metune ki akeh. ( Istilah orang jawa itu, seperti agar puas dengan hasil panenan, karena tanamannya sedikit, tapi hasilnya banyak," ungkapnya.
Namun petaka kemudian menghampiri warga tersebut.
Baca juga: Mitos Batu Seribu Sukoharjo: Sepasang Kekasih Berendam di Kolam, Konon Dapat Berkah Kelanggengan
Selesainya panen, musibah bertubi-tubi menghampiri.
Semenjak itu, sampai sekarang tak ada masyarakat yang menanam sayur kacang itu.
Dia mengaku mendapatkan cerita ini dari orang tuanya.
Dari cerita tutur itu, pantangan menanam kacang itu bermula dari tragedi berdarah yang menimpa putri kerajaan Salembi.
Cerita kerajaan Salembi sendiri sebelumnya sudah pernah diulas.
Nah mitos pantangan tanam sayur kacang ini masih berkaitan.
Dimana saat itu, salah satu putri keraton Salembi yang masih belia kerap menjadikan ladang pertanian kacang panjang itu sebagai arena bermain.
Akibatnya, tanaman kacang panjang si petani itu rusak.
Petani itu menduga jika rusaknya tanaman kacangnya itu akibat ulah hewan liar.
Puncaknya, si petani yang geram kemudian menjaga lahan pertaniannya.
Saat berjaga itu,dari kejauhan petani melihat tanamannya bergoyang-goyang.
Dia pun langsung mengambil busur panah dan mengarahkan ke tanaman yang bergoyang-goyang itu.
Tembakannya pun tepat mengenai sasaran yang mengakibatkan sang putri keraton meninggal dunia.
Raja yang murka kemudian mengeluarkan sabda larangan menanam tanaman kacang di wilayah keraton Salembi, termasuk Desa Karangnongko.
"Tidak boleh menanam kacang-kacangan, khususnya kacang panjang. Hingga sampai sekarang tidak ada yang menanam kacang," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Balai-Desa-Karangnongko.jpg)