Berita Solo

46 Pemuda Diamankan di Mapolresta Solo Usai Bentrok di Kadipiro

Sebanyak 46 pemuda diamankan aparat kepolisian Polresta Solo usai kedapatan bentrok di kawasan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis (14/12/2023) pagi.

TribunSolo.com / Dok. Istimewa
Polresta Surakarta saat mengamankan 46 orang yang terlibat bentrokan dua kelompok massa. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dua kelompok massa terlibat bentrokan di sekitar Jalan Bromo Raya, kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, Kamis (14/12/2023) pukul 02.30 dini hari.

Polresta Solo pun mengamankan 46 orang yang terlibat dalam bentrokan ini.

“Pada hari Kamis dini hari jam 2.30 call center Sparta mendapat laporan dari warga di Jalan Bromo sekitar Bonoloyo. Warga melaporkan ada tawuran anak-anak,” jelas Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi saat dihubungi.

Kasat Samapta Polresta Surakarta Kompol Arfian Riski Dwi Wibowo bersama dengan sejumlah personel kepolisian datang ke lokasi dan berusaha melerai kedua massa yang sedang berkonflik.

Baca juga: Warga Jelok Boyolali Curiga Remaja Hendak Tawuran: Dikepung, Kemudian Dilaporkan Polisi 

“Di bawah pimpinan Kasat Samapta, dan Ipda Eko mendatangi lokasi. Tiba di lokasi masih ramai kita mengambil keputusan kita lerai. Setelah kita lerai kita kumpulkan yang di situ kita amankan sekaligus mengendalikan situasi,” jelas Kombes Pol Iwan.

Bentrokan itu pun menimbulkan korban warga Karanganyar, FR seorang karyawan swasta yang harus dilarikan ke rumah sakit.

“Keterkaitan korban apa masih belum dapat. Lukanya tidak fatal cuma dalam perawatan masih dalam kendali medis,” jelasnya.

Selain mengamankan puluhan orang yang terlibat bentrokan, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari senjata hingga minuman beralkohol.

Baca juga: Rencana Bocah Bawa Gir yang Diamankan Warga Sragen : Hendak Cari Orang Klaten, Ajak Tawuran

“Ada 46 kita amankan kita mintai keterangan. Kalau jumlahnya berkurang kami pilah tidak masuk dalam meminta keterangan. Dari lokasi juga ada 4 bambu, potongan besi, binggis, botol air mineral 1,5 liter isinya minuman beralkohol, 32 sepeda motor,” terangnya.

Pihaknya mengamankan para pemuda yang terlibat bentrokan. Di antaranya ada yang masih berusia sekolah.

“Yang kita amankan ada warga lokal. Ada yang anak sekolah. Sebagian besar sebaya. Ada yang 20 tahun, rata-rata 19-26 tahun. Ada yang sekolah 7 orang,” jelasnya.

Pihaknya sampai saat ini belum mengetahui pasti motif terjadinya dua bentrokan tersebut. Saat ini pihaknya masih mendalami motif dari kedua kelompok tersebut.

“Sampai dengan saat ini kita mendalami motif mereka apa, dipicu oleh apa, mereka siapa, kami mohon waktu. Kami tidak ingin gegabah. Kalau kenakalan remaja tidak mengarah ke kriminal kita akan mengambil langkah yang berbeda. Motif dan sebagainya kami pelajari,” pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved