Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Bakal Absen di HUT ke-51 PDI Perjuangan, Pengamat Sebut Jokowi tak Lagi Merasa Jadi Bagian Partai

Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengomentari Jokowi yang disebut bakal absen di HUT ke-51 PDI Perjuangan.

Penulis: Tribun Network | Editor: Erlangga Bima Sakti
TribunSolo.com / Tribunnews.com / Irwan Rismawan
Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melihat mobil bioskop keliling PDIP disela-sela pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-IV PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (29/9/2023). Rakernas ke-IV PDIP ini mengambil tema ‘Kedaulatan Pangan Untuk Kesejahteraan Rakyat’. 

TRIBUNSOLO.COM - Pengamat politik sekaligus Direktur Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, mengomentari Jokowi yang disebut bakal absen di HUT ke-51 PDI Perjuangan.

Dia menilai Presiden Jokowi merasa tak lagi menjadi bagian dari keluarga besar PDI Perjuangan.

"Terang benderang bahwa Pak Jokowi merasa dirinya bukan lagi bagian dari keluarga besar PDIP. Meski secara formal, belum ada pencabutan status keanggotaannya, sikap Pak Jokowi justru seperti deklarasi bahwa pak Jokowi sendirilah yang menarik diri dari PDIP," kata Ray kepada Tribunnews.com, Minggu (7/1/2024).

Baca juga: Jelang Debat Capres-Cawapres, TKN Pastikan Prabowo tak Akan Terpancing untuk Serang Lawan Bicaranya

Menurut dia cara tersebut sebelumnya pernah dilakukan oleh sang anak, Gibran Rakabuming.

"Hal itu pernah ditempuh oleh anaknya Gibran, menunggu PDIP yang secara formal mengeluarkannya. Sebenarnya, ini strategi cari simpati yang sudah terbaca, tetapi, nampaknya tetap dilakoni oleh Pak Jokowi," imbuh Ray.

Kondisi itu, kata dia, akan berdampak terhadap elektoral pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menurutnya suasana seperti saat ini memperebutkan simbol siapa yang paling mumpuni melanjutkan berbagai kebijakan Jokowi, apakah Prabowo-Gibran atau Ganjar-Mahfud.

Baca juga: Jokowi Absen di HUT ke-51 PDIP, TKN : Bisa Jadi Tanda Condong ke Prabowo-Gibran

"Pemilih yang masih ragu-ragu bisa ke Ganjar-Mahfud bila Pak Jokowi menghadiri ultah PDIP. Sebab, akhirnya masyarakat melihat Pak Jokowi tetap bagian dari PDIP. Kehadiran itu penanda bahwa apapun yang terjadi, hubungan PDIP dan Pak Jokowi tetap terjaga. Situasi ini dapat membuat swing voter beralih ke Ganjar-Mahfud," jelasnya.

"Kecenderungannya, keyakinan masyarakat bahwa Ganjar-Mahfud bisa melanjutkan program Pak Jokowi juga mulai menguat. Dan akan tambah kuat bila Pak Jokowi datang ke acara ultah PDIP," sambungnya.

Kata Ray jika Presiden Jokowi datang ke HUT ke-51 PDIP, berpotensi menambah stganasi elektabilitas Prabowo-Gibran.

"Dengan begitu akan menyulitkan mencapai target satu putaran. Padahal, ini target penting bukan saja bagi Prabowo-Gibran tapi juga bagi Pak Jokowi sendiri," tandas dia. (*)

Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved