Berita Klaten

Guci Kuno Ditemukan Warga Klaten, Diperkirakan Sejak Dinasti Tang

Sebuah guci kuno diperkirakan sejak masa Dinasti Tang ditemukan oleh warga Kropakan, Kabupaten Klaten masih dalam kondisi utuh.

TribunSolo.com / Dok. Istimewa
Guci kuno diduga berasal dari era Dinasti Tang ditemukan warga dalam kondisi utuh di Situs Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Sebuah guci usia kuno kembali di temukan warga di wilayah situs Kropakan, di Dukuh Kropakan, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Sabtu (20/1/2024).

Pegiat cagar budaya Hari Wahyudi yang mendampingi warga mengatakan guci tersebut ditemukan warga di dalam tanah.

"Ditemukan di lahan pak Yoko oleh pak Mikhsan, kemarin Selasa (16/1/2024)," ujar Hari kepada TribunSolo.com.

Hari menjelaskan posisi guci berada di kedalaman 40 centi meter dari permukaan tanah, dengan posisi berdiri.

Baca juga: Daftar Temuan Benda Kuno Sardi di Klaten : Ada Potongan Liontin, Terbaru Guci Kuno Dinasti Tang

"Ditemukan posisi mulut guci berada di atas, di dalamnya dipenuhi  tanah liat kering," paparnya.

Guci sendiri memiliki ukuran tinggi 9 centi meter, dengan diameter tengah 12 centi meter. Sementara ukuran mulut dan pantat guci berukuran sama yakni 8 centi meter.

Hari memperkirakan bila guci kecil ini berasal dari pabrikan Guandong, masa dinasti Tang.

"Sekitar abad XI Masehi," jelasnya.

Baca juga: Pengakuan Sardi Sebelum Temukan Guci Dinasti Tang di Klaten : Hingga Jam 3 Pagi Belum Bisa Tidur

Temuan guci ini, dikatakan hari lokasinya tidak jauh dari sumur kuno yang sebelumnya telah ditemukan beberapa waktu lalu.

"Kurang lebih sekitar 70 meter lokasi penemuan guci dengan sumur kuno, di sisi utara," kata Hari.

Selain guci kuno, ditekukan juga 2 batu umpak dari batuan andesit monolit.

Kondisi batu umpak saat ditemukan dalam keadaan pecah, namun masih menyisakan lubang cerukan khas umpak bangunan.

"Ada juga yang kami amankan sebuah batu patok, diperkirakan dari masa kolonial. Umumnya dulu dipergunakan sebagai penanda triangulasi," jelasnya.

Benda-benda yang ditemukan lalu di bawa ke basecamp pemuda desa Kropakan, dikumpulkan bersama benda kuno yang lain.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved