Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Cerita Slamet Widodo, Caleg Disabilitas di Solo, Sisihkan Uang Hasil Jualan Sabun Demi Bisa Kampanye

Ada seorang caleg disabilitas dari Solo. Caleg tersebut bahkan menyisihkan uang dari jualan sabun untuk kampanye.

|
TribunSolo.com/Andreas Chris
Slamet Widodo, penyandang disabilitas di Solo yang maju sebagai Caleg di Pemilu 2024. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Memiliki keterbatasan fisik tak membuat Slamet Widodo gentar untuk mendedikasikan diri sebagai wakil rakyat di tahun Pemilu 2024 ini.

Pria yang tinggal di Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Kota Solo itu telah memantapkan diri maju sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Kota Solo di Dapil Jebres.

Meski menderita kelumpuhan akibat penyakit polio yang ia idap sejak berusia dua tahun, tidak menyurutkan niatnya untuk bermanfaat bagi orang banyak.

Slamet maju sebagai satu-satunya Caleg Disabilitas di Kota Solo dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Ia memiliki alasan kuat yang akhirnya memantapkan pilihannya untuk maju di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024.

"Yang pertama yang pasti saya akan menunjukkan hati seorang disabilitas di kota Solo, karena Kota Solo menurut saya dan beberapa kawan-kawan disabilitas dengan keberadaannya rehabilitasi di kota Solo jadi kota tujuan disabilitas dari seluruh penjuru Indonesia," kata dia. 

Dia mengatakan, banyak disabilitas yang menjalani rehabilitasi di kota Solo, mereka bermukim di kota Solo akhirnya menjadi warga Solo.

"Sehingga menjadi saya beranggapan Solo adalah kota tujuan dan surganya disabilitas," ujar Slamet saat ditemui di kediamannya, Senin (23/1/2024).

Dari situ menurut Slamet, harus ada keterwakilan anggota DPRD dari kelompok disabilitas.

Baca juga: Penuhi Undangan, ASN yang Namanya Masuk Daftar Caleg Golkar Datangi Bawaslu Karanganyar

"Seperti itu karena kenapa kebijakan yang ada misalkan cerdas sekarang yang ada disabilitas yang ada di kota Solo itu yang membuatkan (kebijakan) adalah dewan-dewan yang notabene mereka belum merasakan bagaimana menjadi seorang disabilitas," sambungnya.

Menurut Slamet, pembuatan kebijakan yang menyangkut rekan-rekannya bisa berbeda apabila ada keterwakilan dari kelompok disabilitas di DPRD.

"Dalam pembuatan regulasi itu adalah seorang pendamping insya Allah lebih implementatif kawan-kawan disabilitas itu yang pertama. Yang kedua Saya ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwasanya disabilitasi tidak identik harus menjadi objek pelayanan tapi bagaimana seorang disabilitas juga bisa berpartisipasi membangun kota Solo khususnya super-super bisa membangun negara ini terlibat berpartisipasi membangun negara ini," urainya.

Majunya Slamet sebagai caleg pun diakuinya bukan tanpa modal keuangan.

Oleh karena itu, ia harus menyisihkan uang hasil berdagang sabun demi bisa nyaleg.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved