Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

BEM UNS Desak Guru Besar UNS Kritik Jokowi : Berani Bersikap, Perjuangkan Nilai Demokrasi

Desakan terhadap akademisi UNS untuk bersikap atas situasi politik dan demokrasi Indonesia saat ini masih dilakukan BEM UNS.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Adi Surya Samodra
Tribunsolo.com/Andreas Chris
Ilustrasi gerbang masuk Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Desakan terhadap akademisi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo untuk bersikap atas situasi politik dan demokrasi Indonesia saat ini masih dilakukan perwakilan mahasiswa, termasuk BEM UNS

Terlebih, sejumlah akademisi perguruan tinggi negeri maupun swasta telah menyampaikannya sikapnya. 

Seperti yang dilakukan civitas akademik dari sejumlah kampus, diantaranya UGM dengan petisi Bulaksumurnya, kemudian ada Universitas Indonesia (UI) lewat Dewan Guru Besar mereka menyampaikan Seruan Kebangsaan sebagai kritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden BEM UNS, Agung Lucky Pradita menjelaskan 

“Dari kampus sendiri kan belum mengeluarkan sepatah kata pun," terang Presiden BEM UNS, Agung Lucky Pradita, Senin (5/2/2024).

"Maka dari itu saya sebagai perwakilan BEM UNS mendorong civitas akademika terutama guru besar di UNS untuk berani bersikap memperjuangkan nilai demokrasi,” tambahnya. 

Baca juga: Istana Sebut Petisi Akademisi Strategi Politik Partisan, Guru Besar UMS : Apakah Patut Disampaikan?

BEM UNS kini telah mengumpulkan petisi yang sudah ditandatangani lebih kurang 1.400-an orang untuk mendesak guru besar UNS Solo segera mengambil sikap atas kondisi politik dan demokrasi saat ini. 

“Saat ini kita sedang mewadahi civitas akademika UNS baik dari BEM, mahasiswa, dosen, dan sebagainya. Kami membuat petisi untuk mendesak guru besar UNS bersikap," ujar dia. 

"Per siang hari ini sudah 1.400,” imbuhnya.

Ia pun menepis kabar bahwa gerakan ini merupakan gerakan partisan untuk menguntungkan salah satu paslon.

Menurutnya pihaknya menitikberatkan pada kritik pada pemerintah yang memainkan politik kotor.

“Kita menitikberatkan kritik pada pemerintahan Jokowi itu sendiri," jelas dia.

"Aparat penegak hukum itu sendiri. Presiden Joko Widodo di masa terakhir kepemimpinannya memainkan politik yang sangat kotor,” imbuhnya.

Baca juga: Guru Besar UMS Baca Petisi soal Penyelenggara Negara Tak Netral : Negeri Kehilangan Adab & Etika

Ia pun berharap dengan adanya gerakan moral ini agar pemilu dapat berjalan dengan adil.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved