Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Kampanye Terbuka Ganjar-Mahfud di Solo, Bakal Hadirkan Anak Wiji Thukul, Aktivis Korban Penculikan

Kampanye Akbar Ganjar-Mahfud di Solo akan menghadirkan anak dari aktivis korban penculikan Wiji Thukul. Penampilannya masih dirahasiakan.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
Suasana jumpa pers Hajatan Rakyat di Resto Ramayana, Rabu (7/2/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kampanye terbuka Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud yang dihelat di Benteng Vastenburg pada Sabtu (10/2/2024) mendatang akan menampilan anak dari aktivis reformasi korban penculikan Wiji Thukul, yakni Fitri Nganthi Wani.

Meski begitu, Deputi Kanal Media Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Karaniya Dharmasaputra enggan menyebut apa yang akan ditampilkan anak sulung penyair tersebut.

“Mbak Nganthi Wani akan menampilkan apa? Ditunggu tanggal mainnya,” jelasnya saat ditemui di Resto Ramayana, Rabu (7/2/2024).

Acara ini selain dihadiri oleh kedua paslon, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri juga hadir.

Begitu juga dengan jajaran partai koalisi dan TPN.

Baca juga: Maklumat Super Semar, Mahasiswa Kecewa Demokrasi Tanpa Etika, UNS Sebut Bagian Kebebasan Berpendapat

Pihaknya sengaja mengundang Fitri agar semangat reformasi yang digaungkan ayahnya bisa terus dinarasikan ulang.

“Kita bisa terus memelihara kebebasan dari almarhum Wiji Thukul supaya semangat reformasi, demokrasi, kebebasan berekspresi bisa kita rawat di Indonesia yang kita cintai,” jelas Karaniya.

Menurutnya, Solo menjadi kota yang tepat untuk kembali menghidupkan nafas demokrasi.

Sebab, Solo merupakan salah satu pusat kebudayaan yang cukup diperhitungkan.

“Solo saya kira merupakan salah satu pusat budaya di Indonesia. Dari kota seperti Solo, budaya bukan hanya untuk budaya, seni bukan hanya untuk seni,” jelasnya.

Menurutnya, budaya bisa menggerakkan publik untuk melakukan suatu perubahan.

Salah satu tokoh yang berjasa atas peristiwa reformasi yakni Wiji Thukul.

“Tetapi budaya bisa menggerakkan banyak hal termasuk perubahan yang sifatnya baik buat masyarakat dan negara. Kalau kita belajar dari sejarah jasa luar biasa besar dari almarhum Wiji Thukul,” tuturnya.

Penulis Sajak Suara ini memang memiliki pengaruh terutama di kalangan demonstran.

Para demonstran inilah yang menumbangkan rezim Orde Baru.

“Jasa yang begitu besar dari almarhum. Kita bisa mengenyam era reformasi dan demokrasi seperti hari ini,” jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved