Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pemilu 2024

Belum Terdaftar di TPS RS, 160 Pasien RSUD Sragen Terancam Tak Bisa Salurkan Hak Suara Pemilu 2024

Seratusan pasien yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen terancam tak bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2024.

|
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Septiana Ayu
Situasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (13/2/2024), dimana ada seratusan pasien terancam tidak bisa menyalurkan hak pilih. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Seratusan pasien yang dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen terancam tak bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2024.

Hal itu dikarenakan mereka terbentur aturan pindah TPS yang waktunya dibatasi hingga H-7 hari pencoblosan.

Maka, apabila pasien dirawat di rumah sakit setelah batas waktu yang ditentukan tersebut, maka mereka sudah tidak dapat mengurus pindah TPS.

Dengan begitu, para pasien tidak dapat mencoblos di TPS awal karena sedang dirawat di rumah sakit, juga tidak bisa mencoblos di rumah sakit karena belum terdaftar.

Wakil Direktur Umum RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Harris Almacca memperkirakan total ada 160-an pasien yang belum terdaftar.

Baca juga: TPS 54 Cemani Sukoharjo, Tempat Abu Bakar Baasyir Nyoblos Pemilu 2024 Tanpa Pengamanan Khusus

"Dan kita perkirakan, ini masih perkiraan, karena nanti malam diperkirakan masih ada pasien maskuk, itu mungkin ada sekitar 160-an pasien yang mungkin tidak bisa nyoblos," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Selasa (13/2/2024).

Lanjutnya, pihaknya sudah memperkenankan pasien yang sudah membaik untuk pulang agar bisa menyalurkan hak pilih.

Selain itu, bagi penunggu pasien sudah disosialisasikan agar bisa bergantian dengan keluarga yang lain saat hendak memilih.

Dengan begitu, para penunggu pasien yang masih dalam kondisi sehat ini, tetap bisa menunaikan haknya.

Harris menyebut ada 18 pasien dan seorang penunggu yang terdaftar untuk memilih di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen.

Baca juga: Abu Bakar Baasyir Belum Terlihat di TPS 54 Cemani Sukoharjo, KPPS Tegaskan Tak Ada Perlakuan Khusus

"Tanggal 6 Februari kami dimintai data dari KPU, awalnya ada 21 pasien dan penungu yang terdaftar, tetapi dalam perjalannya ada satu pasien yang meninggal, dan ada satu pasien yang ganti jadwal," terang dia

"Hal itu sudah kita laporkan ke KPU, surat suara juga sudah kita terima kemarin, kita juga sudah koordinasi dengan PPK, InsyaAllaha sampai hari ini, yang terdaftar yang bisa nyoblos itu ada 18 pasien dan 1 penunggu," tambahnya.

Ia menambahkan teknis pencoblosan yang dilakukan di RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen dengan bekerja sama dengan TPS terdekat rumah sakit.

Petugas TPS beserta pengawas dan saksi akan datang ke rumah sakit melakukan pemungutan suara secara jemput bola.

"Di sini nanti sistemnya adalah sudah berkoordinasi dengan TPS terdekat, mereka akan kesini, pagi untuk melayani pasien HD (Hemodialisis/cuci darah)," ujar Harris.

"Jam 11.00 WIB ke atas, mereka ke sini lagi, tergantung TPS ramai atau tidak, mereka kesini untuk pasien-pasien yang sudah terdaftar, dari pasien HD ada 14 orang dan pasien lain hanya 4," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved