Pemilu 2024
Luhut Sebut Film Dirty Vote Banyak Kebohongan, Dandhy Laksono Pastikan Sudah Lalui Tahap Riset
Luhut pun membantah jika Pemilu 2024 sarat kecurangan seperti yang digambarkan dalam Dirty Vote.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan penilaiannya soal film dokumenter Dirty Vote.
Menurut Luhut, film Dirty Love berisi banyak kebohongan.
Hal itu disampaikan Luhut setelah mencoblos di TPS 14 di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, Rabu (14/2/2024).
Baca juga: Pandangan Jusuf Kalla Soal Pilpres 2024: Yakin Bakal Dua Putaran, Minta Doakan KPPS Agar Sehat
“Itu yang membuat film Dirty Vote itu kan sama juga yang membuat (film) Sexy Killers ya 2019. Ternyata diurai ya banyak bohongnya. Jadi sayang juga sebenarnya kita menebar kebohongan,” ucapnya.
Luhut pun membantah jika Pemilu 2024 sarat kecurangan seperti yang digambarkan dalam Dirty Vote.
Dia memastikan pemerintah sudah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pemilu secara ketat untuk meredam potens-potensi kecurangan.
“Siapa sih sekarang mau curang? Semua saling ngawasin kok, ya kan? Saling mengawasi. Jadi ya, kecurangan itu hampir tidak ada lah,” ujar Luhut, dikutip dari Antara.
Baca juga: Nyoblos Usai, Cawapres Gibran Pilih Pulang ke Rumah Sumber Solo, Pantau Quick Count Pemilu 2024
Untuk informasi, Dirty Vote disutradarai oleh jurnalis senior Dandhy Dwi Laksono di bawah rumah produksi Watchdoc.
Film tersebut dirilis di YouTube pada 11 Februari 2024, persis tiga hari menjelang Pemilu 2024 dan mengungkap sejumlah dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.
Sementara Sexy Killers merupakan film dokumenter yang dirilis pada 2019 yang juga disutradarai Dandhy. Film tersebut mengungkap keberadaan elite politik dan jenderal TNI di balik kepemilikan tambang batu bara serta operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia.
Dandhy dalam keterangannya menuturkan, Dirty Vote yang menampilkan Bivitri Susanti, Zainal Arifin Mochtar, dan Feri Amsari, sebagai pendidikan politik untuk masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024.
Baca juga: Datang ke TPS, Berikan Suaramu, Ajakan Bupati Sri Mulyani buat Warga Klaten di Pemilu 2024
Menurut Dandhy, film tersebut telah melalui proses riset, produksi, penyuntingan, hingga kemudian dirilis.
Dandhy menyampaikan, Dirty Vote melibatkan 20 lembaga, antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Bangsa Mahardika, Ekspedisi Indonesia Baru, Ekuatorial, Fraksi Rakyat Indonesia, Perludem, Indonesia Corruption Watch, JATAM, Lokataru, LBH Pers, WALHI, Yayasan Kurawal, dan YLBHI.
(*)
Gibran Menyambut Bergabungnya PKS di Koalisi Pemerintah, Soal PDIP Tunggu Keputusan Prabowo |
![]() |
---|
Gagal Dilantik, Caleg dari PDIP Datangi Kantor KPU Lagi dan Minta Tunda Pelantikan DPRD Karanganyar |
![]() |
---|
Anggota DPRD Boyolali Periode 2024-2029 Dilantik, Susetya Kusuma Jadi Ketua Sementara |
![]() |
---|
Jalan Tarso dan Teguh di Pilkada Wonogiri Jateng Makin Terbuka, Golkar Beri Rekomendasi |
![]() |
---|
Blak-blakan Teguh Prakosa Bicara Soal Koalisi di Solo Jateng: Sebut Masih Cair, Bisa Berubah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.