Ramadhan 2024
Hukum Tradisi Ruwahan Jelang Ramadhan, Punya Makna Agung, Simak Penjelasan Buya Yahya
Buya Yahya menegaskan soal tradisi ruwahan menjelang Ramadhan 2024, jaga silaturahmi dan jangan salah niat.
Penulis: Content Writer Tribun Solo | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM – Bagaimana hukum melakukan ruwahan menjelang Bulan Ramadhan? Apakah dibenarkan? Berikut ulasannya.
Ruwahan adalah tradisi yang biasanya dilakukan masyarakat Indonesia menjelang bulan puasa atau ramadhan.
Dalam tradisi ruwahan, masyarakat memanjatkan doa untuk pendahulu mereka seperti orang tua, kakek, dan nenek yang telah tiada.
Baca juga: Pekan Depan Jamu Persik Kediri di Manahan, Persis Solo Menanti Ramadhan Sananta Pulih dari Cedera
Selain itu, dalam tradisi ruwahan terdapat kegiatan pembagian makanan oleh ahli hajat yang akan dimakan bersama-sama.
Bahkan saat ini terkesan seperti lebaran pada umumnya namun pada wilayah tertentu.
Buya Yahya menjelaskan perihal hukum ruwahan tersebut.
Dia menjelaskan hukum ruwahan dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV diunggah pada tanggal 15 Maret 2022 lalu.
Baca juga: Jadwal Puasa Nisfu Syaban Tahun 2024, Lengkap dengan Bacaan Niat dan Keutamaannya
Pertama Buya Yahya menjelaskan keyakinannya tentang ruh.
"Kalau yang dimaksud ruh itu adalah orang-orang yang meninggal dunia daripada orang-orang beriman yang mendahului kita, kemudian kita mendoakan mereka, kapan saja kita boleh mendoakan," jelasnya.
Jika ruh diartikan selain itu maka tidak dibenarkan.
Kegiatan membagikan makanan dalam Ruwahan menurut Buya Yahya memiliki makna yang agung karena dapat menjalin silaturahmi.
Baca juga: Keutamaan Puasa Senin Kamis di Bulan Syaban : Allah Menjanjikan Buka Pintu Rahmat
Menurutnya, kegiatan seperti itu sebaiknya dipertahankan.
Buya Yahya mengatakan bahwa silaturahmi adalah hal yang indah dan dapat menjadi mukadimah sebelum memasuki Ramadhan.
"Justru itu keakraban atau mukadimah sebelum kita memasuki bulan Ramadhan, dan sah-sah saja yang demikian itu," kata Buya Yahya.
Mendoakan orang yang lebih dulu menemui ajalnya dalam kegiatan Ruwahan menurut Buya Yahya adalah hal yang dianjurkan dan sah-sah saja jika melakukannya. Jika terdapat penyebutan nama ruh yang tidak jelas, maka bagian tersebut dapat dihilangkan saja.
| Kapan Waktu Terakhir Puasa Syawal 1445 H? Umat Muslim Cek, Jangan Sampai Pahala Terlewatkan |
|
|---|
| LINK Live Streaming Sidang Isbat Idul Fitri 2024, Akankah Lebaran 2024 Serentak 10 April 2024 ? |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah Wonogiri Selasa 9 April 2024, Cek Jadwal Buka Puasa Ramadan 2024 |
|
|---|
| 5 Tradisi Rayakan Lebaran di Berbagai Negara Muslim, Ada yang Sama dengan Indonesia Lho |
|
|---|
| Jadwal Imsakiyah Sragen Selasa 9 April 2024, Cek Juga Waktu Salat dan Berbuka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tradisi-Ruwahan-di-Desa-Ngreden-satu-keluarga-berdoa-bersama-mengelilingi-makam-leluhur.jpg)