Berita Boyolali

Penambangan Urug Tol Solo Jogja Sebabkan Jalan Longsor Hingga Sisa 20 cm

Penambangan galian C untuk tanah urug tol Solo-Jogja disinyalir menjadi penyebab jalan di sekitar lokasi penambangan longsor hingga menyisakan 20 cm.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ahmad Syarifudin
TribunSolo.com/Tri Widodo
Jalan desa di Jatisari, Kecamatan Sambi, yang longsor akibat penambangan galian C untuk Tol Solo-Jogja, Minggu (18/2/2024) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo


TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI -  Penambangan galian C untuk tanah urug tol Solo-Jogja di Desa Jatisari, Kecamatan Sambi disinyalir menjadi penyebab jalan di sekitar lokasi penambangan longsor hingga menyisakan 20 cm.

Warga pun terpaksa menguruk sendiri badan jalan agar bisa dilewati. Kalau hujan lebat memperparah kerusakan jalan.

Mulyani (65) salah satu warga yang tanahnya dikeruk mengaku jika janji penambang untuk membuat tanah yang ditambang aman belum terealisasi. Salah satunya pembangunan talut kembali tanahnya.

"Dulu rumah saya di sini. Tanah sudah saya pondasi batu. Agar tak longsor. Tapi sekarang sudah dikeruk dan tidak dikembalikan lagi," katanya.

Baca juga: KRONOLOGI Penembakan Warga Bayat Klaten, Berawal dari Mabuk Menjadi Duel

Sisi timur yang kini menjadi jurang dalam setelah ditambang membuat konstruksi jalan rusak. Pihak penambang mengeruk tanah terlalu mepet jalan sehingga longsor tidak terhindarkan.

Selain itu, jalan ke sawah yang semula berupa cor beton selebar 2,5 meter juga hilang. Tinggal tanah yang lembek yang terus tergerus air hujan. Panjang jalan cor yang hilang itu mencapai 140 meter.

Lalu tebing yang timbul akibat penambangan juga retak besar. Tinggal menunggu waktu saja tanah akan longsor menimpa lahan yang telah ditanami.

Baca juga: Ada 9 Penyelenggara Pemilu di Karanganyar Jatuh Sakit, Rentang Usia 23-51 Tahun

Tanah milik Mulyadi yang berkas ditambang kini telah dia tanami lagi. Hanya saja, tanamannya ludes setelah diterjang banjir lumpur dan tertimpa ladu yang terbawa air hujan.

"Salurannya itu belum sehat. Jadi kalau hujan deras, air terus menggerus lahan milik saya," tambahnya.

Dia dan beberapa warga pun kemudian mendatangi balai desa Jatisari. Dia ingin Pemerintah Desa (Pemdes) mengakomodir kelurahan warga ini.

Baca juga: Komedian Dede Sunandar Rela Jual Mobil demi Jadi Anggota Dewan, Intip Perolehan Suaranya

"Iya kemarin, hari Jumat, beberapa warga terdampak mendatangi kantor Desa untuk menyampaikan keluhannya," kata Kades Jiyono.

Dia mengaku telah mendengar keluhan warga ini. Pihaknya pun akan menyampaikannya ke pihak-pihak terkait, dan juga ke penambang.

"Penambang belum memenuhi semua kesepakatan yang telah dibuat. Yang sudah terpenuhi baru reklamasi lahannya saja. Tanah yang semula akan dibuat terasering juga belum ada. Jalan usaha tani juga belum dibuatkan lagi," pungkasnya.

Baca juga: Hanyut di Sungai Bengawan Solo, Seorang Pria Warga Sragen Ditemukan di Hari Kedua Pencarian

(*)

 

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved