Dibahas di Rakerkesda Provinsi Jateng, Penanganan Masalah Kesehatan Perlu Kolaborasi Multipihak
Penanganan masalah kesehatan tidak bisa sendiri-sendiri, tapi butuh kolaborasi dengan banyak pihak.
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong semua pihak untuk berkolaborasi ikut melakukan penanganan masalah kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, Pemprov Jateng hingga kini masih menghadapi beberapa persoalan kesehatan, antara lain angka kematian ibu melahirkan, stunting, tuberkolosis, penyakit menular, dan lainnya.
Menurutnya, berbagai upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, namun juga keterlibatan semua komponen masyarakat.
Baca juga: Upaya Pemprov Jateng Stabilkan Inflasi, Geber Gerakan Pangan Murah 100 Kali, Sampai Idul Fitri 2024
Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno mengatakan, penanganan masalah kesehatan tidak bisa sendiri-sendiri, tapi butuh kolaborasi dengan banyak pihak.
“Apalagi pemerintah provinsi tidak mempunyai wilayah, sehingga harus berkolaborasi dengan kabupaten dan kota," ujar Sumarno di sela pembukan rapat kerja kesehatan daerah (Rakerkesda) Provinsi Jateng di Hotel Mercure Sukoharjo, Kamis, 29 Februari 2024.
Sumarno berharap, acara tersebut diharapkan semua pihak terkait dapat mengakselerasi penanganan masalah kesehatan di Jateng.
Menurut dia, berbagai persoalan kesehatan tersebut tidak bisa ditangani secara parsial, tapi perlu perhatian yang lebih serius.
Selain kolaborasi dengan multipihak, lanjut Sumarno, upaya yang penting dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah upaya promotif dan preventif.
Baca juga: Jateng Mulai Panen Raya, Pj Gubernur Jateng: Menambah Stok Beras dan Stabilkan Harga
"Karena upaya promotif dan prefentif jauh lebih efisien dan lebih penting,"
"Sebab, kalau masyarakat selalu dalam kondisi sehat maka problem-problem lain dapat lebih mudah tertangani. Termasuk masalah stunting dan kemiskinan," jelas Sumarno.
(*/adv)
| Jaga Akuntabilitas, Pemkab Sukoharjo Musnahkan 25 Arsip Kepegawaian BPBD Sukoharjo Sesuai Prosedur |
|
|---|
| Kronologi Terungkapnya Bayi Perempuan Dibuang di Nguter Sukoharjo, Berawal dari Suara Tangisan |
|
|---|
| Sepucuk Surat ‘Tolong Rawat Adek’ Temani Bayi Perempuan Usia 7 Hari yang Dibuang di Nguter Sukoharjo |
|
|---|
| Gundukan Tanah Penutup Akses Warung Mie Babi di Sukoharjo Bukan Aksi Protes Warga? Ini Kata Ketua RW |
|
|---|
| Pemilik Warung Mie Babi di Sukoharjo Sebut Protes Warga Mulai dari Aksi Tutup Jalan hingga Spanduk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penanganan-Masalah-Kesehatan-di-Jateng-Perlu-Kolaborasi-Multipihak.jpg)