Berita Boyolali

Kisah Meyta Lusiana asal Boyolali, Usaha Hamper Kue Kering, Belajar dari Internet & Buku 

Kue Kering menjadi salah satu makanan wajib saat lebaran. Home industri pembuatan kudapan ini pun kebanjiran pesanan sejak awal puasa lalu.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Tri Widodo
Meyta Lusiana menunjukkan produk hamper kue kering yang dibuatnya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kue Kering menjadi salah satu makanan wajib saat lebaran.

Home industri pembuatan kudapan ini pun kebanjiran pesanan sejak awal puasa lalu.

Seperti kue kering produksi Mamaci.homemade di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo ini.

Kue kering produksinya dia jual dalam bentuk hamper.

Ada yang berisi 4 toples dan 6 toples berisi kue kering.

Baca juga: Sosok Nuraeni, Bocah SD yang Setiap Hari Gendong Adiknya ke Sekolah, Ada Kisah Pilu di Baliknya

Usaha yang ditekuni pasangan suami-istri, Meyta Lusiana dan Andre itu memang baru dimulai 2019 lalu.

Saat Pandemi Covid-19 melanda.

"Kebetulan kerjaan kita tutup. Terus kita alih buat usaha kue kering ini," kata Lusi

Dia yang sebelumnya belum pernah membuat kue kering, mulai mencoba-coba membuat.

Dengan modal nekat, dia pun mulai membaca buku dan belajar melalui internet.

Namanya juga belajar, rusak, tak jadi kue, hingga rasa tak sesuai pernah dirasakan.

Namun itu tak menyurutkan semangat Lusi dan suami untuk terus belajar.

"Dulu dengan alat seadanya. Setelah berhasil, saya buat banyak dan saya posting dan ternyata responnya bagus," ujarnya.

Baca juga: Penukaran Uang Rest Area Tol Semarang-Solo, Warga Boyolali Tunggu 1 Jam, Duduk di Emper Kamar Mandi

Bahkan produk kue kering yang diproduksi langsung ludes habis terjual.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved