Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pilkada 2024

Kader-Simpatisan di Tingkat Bawah Kaget PKS-PDIP Boyolali Berkoalisi, Ketua DPD Beri Penjelasan Ini!

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin menjelaskan jika kerjasama politik dengan PDIP ini merupakan sebuah ikhtiar untuk kemaslahatan umat Boyolali.

TribunSolo/Tri Widodo
Nur Arifin, Ketua DPD PKS Boyolali 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Merapatnya PKS ke PDIP untuk Pilkada Boyolali membuat banyak yang pihak terkejut.

Tak terkecuali bagi kader dan simpatisan ditingkat bawah.

Bahkan mereka seakan tak percaya dengan keputusan DPD PKS Boyolali itu.

Ketua DPD PKS Boyolali, Nur Arifin pun mengakui jika kerjasama politik dengan PDIP membuat geger.

Bahkan, ada yang sampai melabeli 'PKS Perjuangan'.

Dia pun menjelaskan jika kerjasama politik dengan PDIP ini merupakan sebuah ikhtiar untuk kemaslahatan umat Boyolali.

Pasalnya, selama ini PKS juga sudah pernah menjalin kerjasama dengan hampir seluruh partai politik di Boyolali.

Untuk itu, di kesempatan pilkada 2024 ini, PKS ingin mencoba kerjasama dengan PDIP dengan harapan bisa berkontribusi terhadap pembangunan Boyolali yang lebih maksimal.

"Kita sudah pernah kerjasama dengan partai Golkar, kita juga pernah kerjasama dengan Gerindra dan PKB, Kita juga pernah tidak kerjasama dengan siapapun. Di Pilkada 2020," kata Nur Arifin.

Baca juga: Dibalik Mesranya PDIP-PKS Pasca Belasan Tahun Oposisi, Ingin Lawan Kotak Kosong di Pilkada Boyolali

Baca juga: PDIP dan PKS Boyolali Sepakat Koalisi, Pasangan Calon Bupati yang Bakal Diusung Masih Teka-teki

Untuk itu, di Pilkada 2024 ini, PKS ingin mencoba kerjasama dengan PDIP.

"Alhamdulillah, ada hubungan yang baik, kita bisa membangun 5 tahun ke depan," jelas.

Kesempatan untuk ikut membangun Boyolali melalui jalur eksekutif yang diberikan bagi PKS.

Hal itu juga untuk menghilangkan persepsi jika PKS Boyolali selalu menjadi oposisi yang berhadap-hadapan dengan PDIP yang berkuasa belasan tahun.

Padahal, PDIP sebuah partai yang real membangun Boyolali.

"Kita ingin, lima tahun ke depan PKS berkontribusi untuk membangun Boyolali," jelas.

Meski berada satu gerbong dengan PDIP, Nur menyatakan tak akan merubah sikap kritisnya terhadap pemerintah.

"Tentu tidak mengurangi kritis kami, ke pemerintahan Boyolali jika ada hal-hal yang perlu kita beri masukan," tambahnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved