Berita Wonogiri

Bayaran Utang ke Mandor-Vendor Macet, Peternakan Ayam di Wuryantoro Wonogiri Digeruduk

PT Widodo Makmur Unggas digeruduk mandor dan vendornya. Itu karena mereka tidak kunjung melunasi hutang proyek pada rekanan itu.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Unjuk rasa di depan peternakan ayam PT WMU Wuryantoro, Wonogiri. Massa yang terdiri dari vendor hingga supplier meminta pelunasan hutang dari PT WMU. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima 

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Sebuah peternakan ayam di Kecamatan Wuryantoro, Wonogiri yakni PT Widodo Makmur Unggas (WMU) ditagih melunasi hutang ke mandor dan vendornya. 

Pada Selasa (7/5/2024) siang, mandor, supplier, vendor hingga pekerja yang tergabung dalam wadah Komunitas Mandor-Vendor (Komodo) menggelar aksi unjuk rasa di depan pintu masuk PT WMU. 

Pantauan lapangan TribunSolo.com, ada sekitar 20 orang yang berunjuk rasa. Mereka menuntut PT WMU segera melunasi tanggungannya kepada para supplier dan vendor. 

Sekretaris Komodo, Mardeki, menyebut awal mula permasalahan tersebut bermula saat PT WMU bekerja sama dengan vendor dan supplier untuk membangun kandang ayam sejak 2021 lalu. 

"Kerjasama ini berjalan. Namun seiring berjalannya waktu, hak kami untuk mendapatkan pembayaran belum selesai," ujarnya, ditemui usai aksi unjuk rasa. 

Dia menyebut hingga saat ini, hutang yang belum dilunasi oleh WMU kepada beberapa vendor dan supplier mencapai Rp 2,5 miliar hingga Rp 3 miliar jika digabungkan seluruhnya. 

Vendor dan supplier itu saat pembangunan kandang ayam memasok sejumlah hal, diantaranya baja, pengecoran dan rekanan toko bangunan.

Mardeki menyebut, salah satu supplier ada yang memiliki tagihan sebesar Rp 900 juta.

Namun oleh PT WMU, ada yang dibayar per 2 bulan atau 3 bulan Rp 5 juta. 

"Sebenarnya sudah beberapa kali mediasi dengan perusahaan. Sudah ada janji pelunasan segera. Tapi kami butuh kepastian," jelasnya. 

Sementara itu, Legal Officer PT WMU, Sugiyanto mengamini pihaknya memiliki sejumlah tanggungan terhadap para vendor dan supplier yang belum dibayar lunas. 

Dia menyebut, saat ini PT WMU sedang berada di masa-masa susah.

Salah buktinya yakni sudah tidak beroperasi selama dua bulan. Diketahui, PT WMU di Wuryantoro digunakan sebagai penggemukan ayam.

Baca juga: Demo, Petani di Desa Gabus Sragen Tuntut Pemdes Kembalikan Jalan Akses Pertanian yang Dipindah

Saat ini, pihaknya menyusun kekuatan perusahaan, WMP Group juga melakukan permohonan restrukturasi dengan perbankan.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved