Berita Sragen
Berkaca Kecelakaan Maut Subang, Ini Pentingnya Uji KIR, Dishub Sebut Uji KIR di Sragen Gratis
Peristiwa kecelakaan bus pariwisata di Subang, Jawa Barat menjadi pelajaran berharga untuk semua.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Peristiwa kecelakaan bus pariwisata di Subang, Jawa Barat menjadi pelajaran berharga untuk semua.
Salah satunya, menjadi pengingat bagi para pemilik kendaraan, akan pentingnya melakukan uji KIR kendaraan bermotor miliknya secara berkala.
Lantas, apa pentingnya melakukan uji KIR kendaraan bermotor?
Kepala Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Uji Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen, Syamsul Haq menerangkan setiap kendaraan yang beroperasi di jalan harus dinyatakan laik jalan.
Dan untuk memastikan apakah kendaraan laik jalan atau tidak, caranya adalah dengan melakukan uji KIR.
Baca juga: 5 Fakta Kecelakaan Bus Maut di Subang, Ternyata Berpelat AD Wonogiri, Uji KIR Sudah Kadaluarsa
Proses uji KIR sendiri dilakukan dengan memeriksa dan menguji kendaraan baik secara fisik maupun teknis.
Pengujinya adalah petugas yang telah memiliki kompetensi untuk melakukan uji kendaraan.
"Jadi, tujuan dari uji KIR yaitu memberi jaminan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (15/5/2024).
Ia menyebut secara umum, tingkat kepatuhan PO bus pariwisata untuk melakukan uji KIR bagi bus pariwisatanya cukup tinggi.
"Hampir semua PO yang ada di Sragen secara berkala mengujikan kendaraanya," singkatnya.
Baca juga: Berkaca Kasus Bus Maut Rombongan SMK di Subang, Dishub Klaten Imbau Penggunaan Bus Layak Jalan
Bagi pemilik kendaraan tak perlu ragu untuk melakukan uji KIR.
Pasalnya, sejak tanggal 1 Januari 2024 lalu, pelaksanaan uji KIR tidak dipungut biaya atau gratis.
"Memang benar per 1 Januari 2024, sesuai amanat UU No 1 tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, bahwa pelayanan uji KIR gratis," ujarnya.
"Dengan harapan masyarakat lebih tertib dan teratur untuk mengujikan kendaraannya," pungkasnya.
(*)
| Modus Wanita Lulusan SMA Asal Sragen Jadi Dokter Gadungan di Bantul: Tipu Korban hingga Rp 538 Juta |
|
|---|
| Seorang Warga Sragen Nekat Jadi Dokter Gadungan di Bantul: Pasien Divonis HIV, Raup Setengah Miliar |
|
|---|
| Kecelakaan Maut Motor vs Truk Terjadi di Ngarum Sragen, Satu Orang Meninggal Dunia |
|
|---|
| Dapur Rumah Warga Sragen Terbakar, Api Tak Merembet Berkat Teriakan Minta Tolong Tetangga |
|
|---|
| Ditinggal Pergi Belanja, Dapur Rumah Warga Desa Mojorejo Sragen Ludes Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/KIR-Sragen-2024.jpg)