Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Bayi Meninggal di Sragen

4 Fakta Kasus Penemuan Jasad Bayi di Sragen Jateng: Leher Terjerat Kain, Ini Sosok Ayah Ibunya

Bayi tak berdosa itu ditemukan meninggal dunia di dapur rumah warga, pada Minggu (16/6/2024) pagi. 

Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Hanang Yuwono
Kolase TribunSolo.com
Berikut fakta-fakta kasus penemuan jasad bayi di Jenar, Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN -  Nasib malang menimpa seorang bayi laki-laki di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen, Jawa Tengah.

Bayi tak berdosa itu ditemukan meninggal dunia di dapur rumah warga, pada Minggu (16/6/2024) pagi. 

Jasad bayi laki-laki itu ditemukan di kolong tempat penyimpanan kayu di bagian dapur dengan kondisi mengenaskan.

Baca juga: Geger di Sragen Jateng, Tak Pernah Tahu SA Hamil, Warga Kaget Temukan Bayi Meninggal Tak Wajar

Penemuan jasad bayi ini pun menggemparkan warga sekitar.

Sebab, sebelumnya mereka tidak merasa ada perempuan hamil di luar nikah dalam lingkungannya.

Lantas bagaimana fakta-fakta kejadian ini? Berikut TribunSolo.com rangkum:

1. Langsung Dilarikan ke RS

Situasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (13/2/2024), dimana ada seratusan pasien terancam tidak bisa menyalurkan hak pilih.
Situasi RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Selasa (13/2/2024). (TribunSolo.com / Septiana Ayu)

Usai ditemukan, mayat bayi tidak berdosa itu dibawa ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.

Kabar penemuan mayat bayi dibenarkan oleh Kapolsek Jenar, AKP Rudi Hartono

"Tadi pagi ada kejadian yaitu penemuan mayat masih balita di Dukuh Sono, Desa Ngepringan, yang dimungkinkan lahir tanpa melalui prosedur medis, jadi dilakukan lahir sendiri, innalillahi, bayinya meninggal," ungkapnya kepada TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).

2. Jasad Bayi Diautopsi

Ilustrasi.
Ilustrasi. (AFP)

Kasus ini masih dalam penyelidikan Polres Sragen

Karena ada indikasi kematian tidak wajar, saat ini, jasad bayi itu dilakukan proses autopsi. 

"Untuk saat ini, kejadian masih diusut oleh tim penyidik Polres Sragen, dan masih diadakan autopsi di Rumah Sakit Moewardi Solo," kata Kapolsek Jenar.

3. Sosok Ayah dan Ibu

Lokasi penemuan mayat bayi di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Minggu (16/6/2024).
Lokasi penemuan mayat bayi di Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Minggu (16/6/2024). (TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari)

Terpisah, Ketua RT setempat, Ngadino mengatakan bayi tersebut lahir dari rahim ibunya yakni SA.

"Kalau nama ibunya SA, usia sekitar 40 tahun lebih, sedangkan suami SA bernama SG," ujarnya.

Para warga terkejut, karena selama ini tidak pernah mengetahui jika ibu dari bayi tersebut, yakni SA tengah hamil.

Baca juga: Temuan Jasad Bayi di Dapur Rumah Warga Sragen Jateng, Kondisinya Memilukan: Leher Terjerat Kain

Ngadino jugamengatakan beberapa hari terakhir, SA memang jarang terlihat bersosialisasi dengan warga sekitar.

"Kita nggak ada yang tahu kalau dia hamil, makanya kami ditelfon kader posyandu, kami tidak terlalu percaya, setelah dikirim fotonya baru percaya," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).

"Mungkin selama hamil sudah jarang keluar rumah, kadang dia ikut pengajian rutin malam Jumat, tapi dia tidak ikut," jelasnya.

Dulu, SA dikenal sebagai penjual sayur keliling, sedangkan SG merupakan buruh serabutan, yang terkadang jadi tukang potong tebu.

Berdasarkan keterangan dari warga sekitar lainnya, mereka juga tidak mengetahui jika SA tengah mengandung.

Mereka baru tahu, saat ramai penemuan jasad bayi tersebut.

4. Kondisi Jasad Bayi Memilukan

Bidan Desa, Yuyun Sulistyaningrum mengevakuasi bayi yang ditemukan meninggal di dapur rumah warga Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.
Bidan Desa, Yuyun Sulistyaningrum mengevakuasi bayi yang ditemukan meninggal di dapur rumah warga Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. (Dok. PSC 119 Sukowati Sragen)

Kematian bayi malang itu diduga tidak wajar.

 Karena tidak hanya ditemukan di tempat yang tidak wajar, jasad bayi itu juga awalnya terbungkus mantol plastik.

Bidan Desa, Yuyun Sulistyaningrum mengatakan selain itu, leher bayi malang itu juga telah dijerat kain celana.

"Bayinya ditemukan dibawah teratak dapur, jadi kalau dapur orang-orang desa kan ada terataknya untuk tempat kayu, disitu dibawahnya, dibungkus mantol plastik," katanya saat ditemui TribunSolo.com, Minggu (16/6/2024).

"Itu bungkusnya saya buka, posisi bayinya tengkurap dan sudah meninggal, leher kayak ada jiretan gitu, ternyata kain (celana) training, kelihatannya training ibunya mungkin," tambahnya.

Baca juga: Temuan Jasad Bayi di Dapur Rumah Warga Sragen Jateng, Kondisinya Memilukan: Leher Terjerat Kain

Melihat kondisi jasad bayi itupun membuat Yuyun tidak tega.

Tanpa basa-basi, ia melepaskan jeratan kalin dari leher jasad bayi.

Karena tidak tega, Yuyun pun sempat menangisi bayi tersebut.

"Itu jeratannya kenceng banget, mungkin ada 4 sampai lima kali ubedan, kenceng banget, aku nggak tega, kok bisa gitu, langsung lemas saya," tambahnya.

Menurutnya, secara sekilas tidak ada luka yang ditemukan pada tubuh jasad bayi tidak berdosa itu.

Hanya saja, sebagian kepala jasad bayi sudah membiru, diduga efek dari jeratan di leher.

"Bayinya belum kaku mayat, kan kalau seperti itu ada prosesnya, tadi waktu di visum baru mulai kaku, tangan sebela kanan yang kaku," terangnya.

Yuyun pun memastika bayi tersebut meninggal saat sudah lahir, karena kondisi bayi masih segar. 

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved