Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Info Sukoharjo

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Bupati Etik Beri Bantuan 300 Tenaga Kebersihan di DLH Sukoharjo

Acara Pentasyarufan Zakat itu digelar ditempat pembuangan akhir (TPA) Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (26/6)

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyempatkan waktu hadir di acara Pentasyarufan Zakat dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 di pembuangan akhir (TPA) Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani menyempatkan waktu hadir di acara Pentasyarufan Zakat dalam rangka Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024..

Acara Pentasyarufan Zakat itu digelar ditempat pembuangan akhir (TPA) Mojorejo, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (26/6/2024).

Dari pantauan TribunSolo.com, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani didampingi oleh Sekretaris Daerah Widodo tiba di lokasi pukul 07.30 WIB.

Setiba di lokasi acara, Bupati Sukoharjo dan rombongan disambut oleh puluhan pekerja ditempat pembuangan akhir (TPA) Mojorejo, Bendosari.

Selesai acara itu, Bupati Sukoharjo Etik Suryani bercerita peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni.

"Dimulai ketika Majelis Umum PBB tahun 1972 menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada saat Konferensi Stockholm," ujar Etik, Rabu (26/6/2024).

Kemudian di Indonesia, isu Lingkungan telah berkembang menjadi isu utama dan diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Dalam undang-undang dasar Tahun 1945 Pasal 28 H ayat (1) yang berisi setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan Kesehatan.

Baca juga: Pembukaan Popda Jateng 2024, Kontingen Kabupaten Sukoharjo Hadir dengan Super Hero Gatot Kaca

Baca juga: Antusias Penonton Konser Gempur Rokok Ilegal di Sukoharjo Jateng, Datang Sore Hari, Demi Gilga Sahid

Selain itu, lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah tujuan kita bersama dan bagian pemenuhan Hak Asasi Manusia.

Perempuan nomor satu di Sukoharjo itu menjelaskan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, yang diusung oleh Indonesia adalah Penyelesaian Krisis Iklim dengan Inovasi dan Prinsip Keadilan.

"Tema ini menjadi pengingat sekaligus ajakan bahwa penyelesaian akar masalah krisis iklim harus diselesaikan dengan inovasi yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan, sekaligus harus mengedepankan prinsip keadilan dan inklusvitas," terangnya.

Menurut Etik, prinsip keadilan menekankan bahwa manfaat dari pemulihan lahan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Sehingga, Pendekatan ini mencakup melibatkan komunitas lokal dalam proses pengambilan keputusan, memastikan akses yang adil terhadap sumber daya alam, dan mengakui serta menghargai pengetahuan tradisional dalam praktik pemulihan lahan.

Dengan demikian, upaya pemulihan lahan tidak hanya berkontribusi pada solusi iklim yang inovatif tetapi juga mempromosikan keadilan sosial dan lingkungan.

Pada kesempatan itu, Etik Suryani memberikan bantuan kepada 300 orang tenaga penyapu jalan, petugas pengangkut sampah, petugas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dan petugas taman yang berasal dari keluarga tidak mampu.

"Kepada seluruh penerima bantuan, saya berharap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," tandasnya.

(*/adv)

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved