Sulit Dideteksi Sejak Dini, Ternyata Kanker Paru Bisa Disembuhkan, Begini Caranya
Kanker paru ternyata bisa disembuhkan, ini dengan syarat sudah terdeteksi sejak awal. Selain itu ada pengobatan lainnya.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto Nugroho
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dokter spesialis paru RS JIH Solo, dr. Novita Eva Sawitri, Sp. P (K) Onk., M.Kes, FAPSR menjelaskan bahwa kanker paru biasanya terdeteksi bila sudah memasuki stadium lanjut.
Sulitnya mendeteksi kanker paru tak lain karena sifat organ pernapasan manusia itu yang cukup unik.
Namun demikian, dokter Eva menjelaskan meski sulit dideteksi melalui gejala awal. Kanker Paru bukannya tak terdeteksi ataupun tak bisa disembuhkan.
"Kanker paru itu bisa sembuh asal ditemukan di stadium awal. Di stadium satu dengan ukuran kecil dan tidak menempel ke mana-mana," ungkap dokter Eva saat ditemui di RS JIH Solo, Selasa (11/6/2024).
"Cara menyembuhkannya ya diambil kankernya atau benjolannya dengan dioperasi. Jadi kanker paru bisa disembuhkan asal ditemukan di stadium awal," sambungnya.
Meski sudah dioperasi, ternyata kanker paru tidak sembuh begitu saja.
Perlu adanya pengobatan berkelanjutan untuk menghilangkan bibit-bibit kanker paru yang tersisa.
"Setelah dioperasi juga dilanjutkan dengan terapi lainnya. Karena pengobatan kanker paru itu dengan beberapa jenis pengobatan yang dikombinasikan," tambah dokter Eva.
Baca juga: Waspada Kanker Paru, Saran Dokter RS JIH Solo Jateng, Bila Alami 2 Gejala ini Periksa ke Dokter
Di sisi lain, dokter Eva mengatakan bahwa saat ini pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk bisa menurunkan resiko kanker paru pada masyarakat sejak dini.
Caranya tidak lain dengan melakukan cek kesehatan secara rutin.
"Jadi memang saat ini pemerintah mulai menggalakkan skrining deteksi dini dari kanker paru. Jadi tidak perlu menunggu ada keluhan, tapi yang punya faktor resiko kanker paru sebaiknya secara rutin memeriksakan secara dini dengan city scan," urainya.
Sementara itu, dokter Eva menegaskan satu hal yang sangat bermanfaat menurunkan resiko kanker paru tak lain adalah menghentikan kebiasaan buruk yakni merokok.
Tetapi ia juga menyarankan agar masyarakat juga menjaga pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi, istirahat cukup, pengelolaan stress, hingga olahraga teratur.
"Yang menurunkan resiko kanker paru itu otomatis terkait adanya resiko kanker paru yang bisa diubah seperti perubahan gaya hidup contohnya berhenti merokok. Kedua tentu saja makanan bergizi, istirahat cukup, mengelola stress dan olahraga teratur itu pasti bisa menunjang," pungkasnya. (*)
| Benarkah Makan 3 Butir Kue Nastar Setara dengan Seporsi Nasi? Simak Penjelasan Ahli Gizi RS JIH Solo |
|
|---|
| Gorengan Jadi Makanan Buka Favorit Warga Solo Raya Saat Momen Ramadan, Adakah Dampaknya Bagi Kulit? |
|
|---|
| RS JIH Solo Gelar CSR Ramadan 1447 H, Santuni 50 Anak Yatim |
|
|---|
| Kebiasaan Merokok Langsung Pasca Berbuka Puasa, Aman atau Tidak bagi Kesehatan Tubuh? |
|
|---|
| Sariawan Saat Sedang Puasa? Ikuti Tips Mengatasinya dari Dokter RS JIH Solo Agar Sahur Lebih Afdol! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Dokter-Ahli-Paru-Rumah-Sakit-Jogja-Internasional-Hospital.jpg)