Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sukoharjo

4 Fakta Sritex : Pabrik Tekstil Sukoharjo Jateng Bantah Diisukan Bangkrut, Singgung Gempuran China

Direktur Keuangan SRIL, Welly Setiawan, menyebut saat ini belum ada putusan yang menyatakan kondisi perusahaan Sritex pailit.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Istimewa
PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Beberapa waktu belakangan, perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex ramai diperbincangkan masyarakat.

Pasalnya, Sritex, perusahaan tekstil di Sukoharjo Jawa Tengah ini diisukan bangkrut.

Meskipun isu tersebut dibantah tegas oleh manajemen Sritex.

Baca juga: Kunjungi PT Sritex, Ganjar Sebut Internet Gratis Lebih Dibutuhkan daripada Makan Siang Gratis

Perusahaan tekstil ini tegas membantah bahwa kondisinya tengah gulung tikar.

Direktur Keuangan SRIL, Welly Setiawan, menyebut saat ini belum ada putusan yang menyatakan kondisi perusahaan tengah pailit.

Lantas bagaimana kondisi Sritex sebenarnya? Berikut TribunSolo.com rangkum fakta-fakta dari perusahaan tekstil yang punya belasan ribu karyawan ini:

1. Gempuran China dan Kondisi Geopolitik Bikin Sritex Merana

Ribuan karyawan Sritex menyambut kedatangan istri pendiri PT Sritex, Susyana Lukminto di Shri Garden, Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/8/2022). Susyana dimakamkan bersebalahan dengan sang suami yang telah meninggal beberapa tahun lalu.
Ribuan karyawan Sritex menyambut kedatangan istri pendiri PT Sritex, Susyana Lukminto di Shri Garden, Kelurahan Delingan, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/8/2022). Susyana dimakamkan bersebalahan dengan sang suami yang telah meninggal beberapa tahun lalu. (TribunSolo.com/Adi Surya)

Direktur Keuangan Sritex Welly Salam menjelaskan, kondisi geopolitik seperti perang Rusia - Ukraina dan Israel - Palestina menyebabkan terjadinya gangguan supply chain.

Selain itu, kondisi geopolitik juga disebut menyebabkan penurunan ekspor karena terjadi pergeseran prioritas oleh masyarakat kawasan Eropa maupun Amerika Serikat.

Welly menyebut penurunan pendapatan yang drastis karena terjadinya over supply tekstil di China yang menyebabkan terjadinya dumping harga.

Baca juga: Kalah Start dari Gibran Saat Kunjungi PT Sritex, Respons Ganjar : Tahu Gitu Tadi Bareng

"Produk-produk ini (hasil dumping) menyasar terutama ke negara-negara di luar Eropa dan China yang longgar aturan impornya," kata Welly dalam Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia pada 22 Juni 2024, dikutip Tribunnews pada Rabu (26/6/2024).

Perkembangan terkini, kata dia, penjualan perusahaan belum pulih karena situasi geopolitik dan gempuran produk China masih terus berlangsung.

Perseroan pun tetap beroperasi dengan menjaga keberlangsungan usaha serta operasional dengan menggunakan kas internal maupun dukungan sponsor.

Sritex pun memiliki sejumlah strategi yang terbagi ke dalam lima bagian, yakni sumber daya manusia, keuangan, pemasaran, umum, serta produksi dan pengadaan.

Dari sisi pemasaran, satu dari sekian hal yang dilakukan Sritex adalah penjualan langsung ke end customer.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved