Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Terbaik! Kabupaten Wonogiri Capai UHC 100 Persen, Seluruh Warga Kini Punya Jaminan Kesehatan

Per bulan Mei 2024, Kabupaten Wonogiri telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen.

Istimewa
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari, dalam sambutannya pada kegiatan Rekonsiliasi Data dan Iuran Peserta PBPU BP Pemda Triwulan I Tahun 2024 Kabupaten Wonogiri, Selasa (2/7/2024). 

TRIBUNSOLO.COM – Per bulan Mei 2024, Kabupaten Wonogiri telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) 100 persen artinya seluruh penduduk di Kabupaten Wonogiri telah mempunyai jaminan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Debbie Nianta Musigiasari, dalam sambutannya pada kegiatan Rekonsiliasi Data dan Iuran Peserta PBPU BP Pemda Triwulan I Tahun 2024 Kabupaten Wonogiri, Selasa (2/7/2024).

Debbie mengatakan persentase tersebut, menjadi capaian kepesertaan tertinggi di wilayah Cabang Surakarta dan sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2024 terkait kepesertaan Program JKN, yakni sebesar 98 persen penduduk telah terjamin kesehatannya.

“Kabupaten Wonogiri meraih peringkat ketiga tertinggi kabupaten/kota yang telah mencapai capaian kepesertaan tertinggi di Jawa Tengah. Hasil ini merupakan prestasi seluruh pihak dan pemangku kepentingan terkait, untuk mewujudkan UHC di Kabupaten Wonogiri. Sebanyak 1.085.312 jiwa penduduk telah terlindungi jaminan kesehatannya dengan persentase 101,19 persen, dan tingkat keaktifan peserta sebesar 76,59 persen,” katanya.

Berdasarkan data kepesertaan BPJS Kesehatan, lima wilayah di Cabang Surakarta, seluruhnya telah mencapai UHC lebih dari 95 persen.

Selain Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen telah mencapai 98,49 persen, Kota Surakarta mencapai 98,09 persen, Kabupaten Sukoharjo mencapai 96,55 persen, dan Kabupaten Karanganyar mencapai 95,56 persen.

“Dilihat dari grafik trend kepesertaan Kabupaten Wonogiri, terjadi kenaikan signifikan dari bulan April ke bulan Mei, yakni sebesar 17,49 persen. Pertumbuhan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di triwulan satu, bertambah sebanyak 7.770 jiwa. Kenaikan ini diantaranya karena peralihan dari peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PPBU) dan Bukan Pekerja (BP) Pemda,” ujarnya.

Baca juga: BPJS Kesehatan Surakarta Gencar Sosialisasikan Kewajiban Peserta JKN

Distribusi peserta berdasarkan segmentasi di Kabupaten Wonogiri, diantaranya adalah PBI sebanyak 458.056 jiwa, PBPU BP Pemda sebanyak 288.718 jiwa, Pekerja Penerima Upah (PPU) sebanyak 188.049 jiwa, PBPU sebanyak 127.112 jiwa, dan BP sebanyak 23.377 jiwa.

Seluruh pihak terus berupaya untuk mencapai UHC atau cakupan kesehatan semesta. Cakupan kesehatan semesta menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

Dua elemen dari UHC, adalah akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga, dan perlindungan risiko finansial ketika warga menggunakan pelayanan kesehatan.

“Pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan, berkomitmen untuk mencapai UHC, agar semua orang memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu tanpa hambatan finansial,” tambahnya.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Wonogiri, Moch. Chozinuddin Holil, mengatakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri, senantiasa mendukung dan turut menyukseskan Program JKN, agar seluruh masyarakat terlindungi dalam jaminan kesehatan.

“Untuk capaian sekarang, memang hasil dari kerja keras dari berbagai pihak. Hal ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Langkah verifikasi dan validasi yang saat ini dilakukan secara rutin, berdampak untuk menghasilkan data kepesertaan yang update. Dari kegiatan tersebut, dapat dipilah peserta yang meninggal, pindah domisili, dan ganti kepesertaan. Sampai bulan Mei, kepesertaan PBPU dan BP yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Wonogiri bertambah sebanyak 76.123 jiwa,” tambahnya.

Suatu wilayah yang telah mencapai UHC, akan diberikan suatu keistimewaan non cut off dalam proses administrasi Program JKN, dengan ketentuan berlaku.

“Untuk mendapatkan keistimewaan itu, Kabupaten Wonogiri terus berproses agar segera melengkapi ketentuan yang telah menjadi syarat. Karena keistimewaan ini, tujuannya untuk memudahkan seluruh pihak untuk menjalankan Program UHC, khususnya di Kabupaten Wonogiri,” ucapnya.

(*/adv)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA
    Komentar

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved