Berita Solo

Resep Teh Solo Jawa Tengah yang Ginastel, Bisa Coba Campurkan 3 Merek Ini

Untuk membuat teh Solo ini perlu racikan beberapa merek daun teh yang ada di pasaran.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Imgur
Es Teh Manis 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Bicara tentang Kota Solo Jawa Tengah, identik dengan minuman teh yang terkenal mantap hingga penjuru negeri.

Ya, Kota Solo dikenal punya teh oplosan dan teh kampul atau krampul.

Untuk membuat teh Solo ini perlu racikan beberapa merek daun teh yang ada di pasaran.

Baca juga: Remaja Pria di Sukoharjo Jateng Jadi Korban Begal, Mau Beli Es Teh, Vario dan HP Malah Raib Dibegal

Racikan ini juga digunakan para pemilik wedangan atau angkringan ala Solo.

Setelah beberapa merek daun teh dicampur, pemilik wedangan biasanya menyeduhnya untuk disajikan kepada pembeli.

"Teh oplosan itu memang mereka mengoplos. Oplosan berasal dari beberapa merek, seperti itu yang terjadi di masyarakat. Kalau untuk resep semua orang pasti punya sendiri-sendiri," jelas pemilik sekaligus peracik di Kedai Kopi dan Teh Titilaras Solo Arkha Tri Maryanto dalam acara “Ngudhar Rasa: Meracik Masa Depan Kuliner Indonesia dari Tradisi Pangan” di Ndalem Djojokoesoeman, Kamis (6/7/2023) dikutip dari Kompas.com.

Arkha menyebut, menyeduh teh tergantung pada selera si peracik.

Sebab, setiap merek teh mempunyai karakteristik masing-masing; misalnya kental, sepet, atau dominan wangi melati.

Tak pelak, jika kamu ingin meracik sendiri teh oplosan, setidaknya mengetahui karakteristik rasa dari setiap merek teh.

Baca juga: 5 Rekomendasi Wedangan di Solo Jateng ini Bisa Dicoba saat Liburan, Apollo & Es Kampul Bisa Dicicip

Menurut pengalaman Arkha selama menggeluti dunia teh, peracik teh di Solo mencampurkan setidaknya tiga merek teh. 

"Basic di Solo pasti ada dua merek dimasukkan ke dalam racikan yaitu Gardoe dan Nyapu atau Sintren," papar Arkha.

Sementara bila ingin mencoba ciri khas teh pabrikan Solo bisa menggunakan merek 999 dengan hasil seduhan berwarna agak merah.

Namun ada istilah "beda tangan, beda rasa", sehingga racikan wedangan bisa saja rasanya berbeda ketika diaplikasikan di rumah.

"Dulu waktu ketika 2013, saya mau membuka seperti wedangan, saya dikasih resep sama bapak di wedangan. Ada lima merek, tapi saya bikin sendiri rasanya beda," ungkap Arkha.

(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved