Info Sukoharjo
Bupati Etik Suryani Menari Kreasi Cuci Tangan Bareng Siswa saat Puncak Hari Jadi Sukoharjo Jateng
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; Wakil Bupati, Agus Santosa; dan pejabat Forkopimda mengikuti kirab Hari Lahir ke-78 Sukoharjo.
Penulis: Anang Maruf Bagus Yuniar | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bupati Sukoharjo, Etik Suryani; Wakil Bupati, Agus Santosa; dan pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengikuti kirab Hari Lahir ke-78 Kabupaten Sukoharjo, Senin (15/7/2024).
Kirab dimulai dari halaman Setda hingga Kantor DPRD dan transit di simpang lima.
Di simpang lima Etik Suryani, Agus Santosa dan para pejabat Forkopimda ikut menari “Kreasi Cuci Tangan”.
Para pejabat pun tak ketinggalan ikut menari.
Untuk flashmob “Tari kreasi cuci tangan” diikuti secara massal.
Baca juga: Penuh Hikmat, Pemkab Gelar Upacara di Hari Jadi ke-78 Sukoharjo, Peserta Kenakan Pakaian Adat Jawa
Peserta tari tersebut mencapai 5.000 orang, dimana sebagian besar diikuti siswa sekolah.
Sebelumnya, para penari membuat pagar betis di sepanjang rute kirab sebelum akhirnya bergerak ke simpang lima untuk ikut menari.
Sebagai informasi “Tari kreasi cuci tangan” merupakan tarian lokal Kabupaten Sukoharjo yang sudah mendapatkan gelar juara se-Provinsi Jawa Tengah.
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani mengatakan tarian cuci tangan ini guna memberikan edukasi terhadap masyarakat.
"Tarian cuci tangan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, sebelum melakukan aktivitas harus cucu tangan," kata Etik.
Selain itu, Etik berharap di hari jadi ke-78 Kabupaten Sukoharjo ini agar lebih luar biasa.
"Luar biasa dari perekonomian, pendidikan dan segala hal lainnya," tandasnya.
Baca juga: Hore! Bupati Etik Janjikan BPJS Ketenagakerjaan untuk Relawan Kebencanaan di Sukoharjo Tahun Depan
Setelah menari bersama, rombongan bupati pun bergerak melanjutkan kirab menuju Kantor DPRD untuk mengikuti Rapat Paripurna Istimewa.
Etik Suryani sendiri terlihat mengenakan busana adat Jawa warna merah.
Setelah rapat paripurna, Etik Suryani menyampaikan alasannya mengenakan busana adat tersebut.
Selain itu, kurang lebih sepuluh andong yang dinaiki unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Sukoharjo.
Setiap andong Forkompinda sat pasang istri dan suami, serta para aparatur sipil negara (ASN) memakai pakaian adat Jawa, yakni beskap kejawen jangkep dan kebaya.
(*/ADV)
Program Sukoharjo Pintar 2025 Segera Bergulir, Ada Beasiswa Kuliah Rp12,5 Juta! Simak Persyaratannya |
![]() |
---|
Pemkab Sukoharjo Raih Penghargaan Smart City, Berhasil Tingkatkan Fasilitas Penyandang Disabilitas! |
![]() |
---|
Kepala BBWS Bengawan Solo Tinjau Desa Pojok dan Dalangan, Tindak Lanjuti Laporan Bupati Sukoharjo |
![]() |
---|
Sehari Jelang Puncak Final Piala Suratin, Persiharjo U17 Minta Restu Bupati Sukoharjo |
![]() |
---|
Setelah Ditegur Bupati Etik, BBWSBS Kirim Alat Berat untuk Normalisasi Sungai di Sukoharjo |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.