Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Klaten

Curhat Orang Tua Murid di Lereng Merapi Klaten Jateng, Tidak Masuk Zonasi PPDB, SMAN Terdekat 12 Km

Persoalan pendidikan di lereng Gunung Merapi memiliki ceritanya sendiri. Warga Desa Tlogowatu harus menempuh jarak belasan kilometer untuk sekolah.

Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Adi Surya Samodra
TribunSolo.com / Istimewa
Para siswa mendaftar sekolah jauh yang digunakan untuk mengakomodir pendidikan SMA di lereng Gunung Merapi, Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Persoalan pendidikan di lereng Gunung Merapi memiliki ceritanya sendiri.

Salah satunya datang dari warga Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten

Mereka harus menempuh belasan kilometer untuk bisa mengenyam pendidikan SMA/SMK Negeri.

Kondisi tersebut membuat anak-anak dari desa tersebut tidak bisa mendaftarn PPDB 2024 lewat jalur zonasi.

Sekolah yang paling dekat bagi warga Desa Tlogowatu adalah SMAN Karangnongko.

Baca juga: 6 Partai di Klaten Jateng Kerjasama di Pilkada 2024, Sepakat Usung Calon dari PDIP-Gerindra

Itu jaraknya lebih kurang 12 kilometer dari desa ini. 

Wali murid, Wandi (45) mengatakan mereka telah berusaha untuk ikut mendaftar lewat PPDB, termasuk afirmasi dan zonasi.

Namun, mereka sadar bila masuk jalur zonasi, kemungkinan untuk diterima di SMAN terdekat memiliki peluang kecil.

"Sudah daftar PPDB di jalur afirmasi, tapi terlempar," ujar dia.

"Jalur prestasi nilainya tidak sampai, kalau sini zonasi kan jaraknya 12 kilo. Otomatis ga masuk zona," tambahnya.

Baca juga: Kronologi WNI asal Klaten Jateng Diduga Dibunuh Suami WNA di Jerman

Alhasil mereka ikut dalam program kelas jauh yang dicanangkan di desa tersebut.

Itu telah berjalan selama 3 tahun.

Namun, kuota kelas jauh saat ini masih terbatas.

Hanya 1 rombongan belajar (rombel) yang berisi 36 siswa.

Sementara, anak Wandi sendiri terdaftar di urutan 38.

"Tolong kepada dinas terkait, pak Menteri untuk bisa mengakomodir, menerima anak kami di sekolah negeri. Kalau sekolah swasta biayanya yang tidak mampu," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved