Dosen ITS PKU Muhammadiyah Lakukan Penelitian Terapi Elektrik Menurunkan Nyeri pada Ibu Bersalin
Penelitian ini dilaksanakan di tiga tempat Praktek Mandiri Bidan di wilayah Sukoharjo yang mewakili 2 kecamatan yaitu kecamatan Baki dan Grogol
Penulis: Advertorial Tribun Solo | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM - Menurut Booth & Cimanuk, n.d. nyeri persalinan dalam proses persalinan termasuk hal yang tidak bisa dipisahkan, secara fisiologis seluruh wanita yang melahirkan akan mengalami nyeri selama proses persalinan.
Sebanyak 91,9 persen wanita mengalami nyeri saat proses persalinan kala I (Legiati Titi dan Widiawati Ida.2013).
Berdasarkan hasil penelitian yang telah diteliti sebelumnya maka menjadi dasar tim peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul Terapi Elektrik dalam penurunan nyeri pada ibu bersalin.
Baca juga: ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Tarik 276 Mahasiswa dari KKN-T IPE AIK 2024, Ada Expo Kesehatan!
Tim Peneliti dosen Pemula Penelitian Fundamental RISETMU merupakan dosen ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Prodi D3 Kebidanan yaitu Nur Hidayah SST.,M.H.M.Keb dan D4 Elektromedik yaitu Ipin Prasodjo S.Pd.,M.Kom beserta mahasiswa DIII Kebidanan a.n Puji Sri Lestari melaksanakan Penelitian tentang terapi elektrik dalam penurunan nyeri pada ibu bersalin di Praktek Mandiri di Wilayah Sukoharjo.
Penelitian ini dilaksanakan di tiga tempat Praktek Mandiri Bidan di wilayah Sukoharjo yang mewakili 2 kecamatan yaitu kecamatan Baki dan kecamatan Grogol dari bulan Februari sampai dengan bulan Maret 2024 sebanyak 20 responden.
Berdasarkan penelitian terdapat perbedaan yang signifikan skala nyeri sebelum dan sesudah perlakuan terapi elektrik dengan menggunakan TENS.
Dengan demikian, terapi elektrik efektif mengurangi nyeri pada ibu melahirkan.
Instrumentasi dalam penelitian ini adalah terapi elektrik menggunakan TENS kode produk FM – B1501) telah mendapatan sertifikat izin edar dari Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Dengan menempelkan bantalan elektroda lengket ke bagian belakang setinggi tali bra.
(T10–L1) , satu inci di kedua sisi tulang belakang (dengan tali menggantung ke bawah).
Sepasang elektroda lainnya ditempatkan di atas lesung pipit sacral (S2-S4), satu inci di kedua sisi tulang belakang (dengan kabel mengarah ke atas).
Dan untuk skala nyeri Comparative Pain Scale (Skala Nyeri 0-10) merupakan assessment pengkajian nyeri yang telah terstandar.
TENS bekerja berdasarkan teori endorfin dan pengendalian gerbang.
Dalam teori endorfin, TENS akan mengeluarkan arus listrik frekuensi rendah, sekitar 2 Hz. Hal ini akan mempengaruhi produksi endorfin oleh tubuh dan sering digunakan pada nyeri kronis.
Dengan dihasilkannya hormon endorfin, pasien akan merasa nyaman, nyeri berkurang, dan dapat tertidur selama terapi sehingga lebih rileks.
Pada teori gate control, TENS akan merangsang serabut A-β dan mengaktifkan sistem penekan nyeri, proses ini memerlukan frekuensi yang tinggi sekitar 2-150 Hz. Arus listrik yang dikirim dari unit TENS akan dialirkan melalui sistem saraf pusat.
Baca juga: Pengabdian Masyarakat ITS PKU Muhammadiyah Surakarta: Teliti Manfaat dari Daun Kelor dan Ikan Gabus
| ITS PKU Sabet 6 Medali Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Raden Mas Said V Championship 2024 |
|
|---|
| Luar Biasa! Rektor ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Raih Penghargaan Academic Leader 2024 |
|
|---|
| ITS PKU Muhammadiyah Solo Gelar Senam CTPS dan Sosialisasi Jajanan Sehat di SD Muhammadiyah 5 Solo |
|
|---|
| Keren! Ini Lho Cara ITS PKU Muhammadiyah Surakarta Mempererat Kerjasama Hingga Luar Negeri |
|
|---|
| ITS PKU Muhammadiyah Surakarta dan Universiti Malaysia Kelantan Tanda Tangani MoU di UNIMUS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tim-Peneliti-dosen-Pemula-Penelitian-Fundamental-RISETMU.jpg)