Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo

Kisah Masa Kecil Jokowi di Solo Jateng, Ini Asal Usulnya Ubah Nama Mulyono jadi Joko Widodo

Presiden Joko Widodo lahir di Solo pada 21 Juni 1961 dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ist
Joko Widodo ketika muda 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Nama Mulyono mendadak trending di media sosial X (Twitter).

Nama Mulyono ramai dibahas warganet di tengah keramaian aksi protes RUU Pilkada, Kamis (22/8/2024).

Untuk informasi, Mulyono merupakan nama kecil Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Kisah di Balik Spanduk Kerajaan Masapahit yang Viral, Luapan Kekecewaan Massa Yogyakarta ke Jokowi

Melansir Kompas.com, Presiden Joko Widodo lahir di Solo pada 21 Juni 1961 dari pasangan Widjiatno Notomihardjo dan Sudjiatmi.

Jokowi merupakan anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara.

Dia memiliki tiga adik perempuan, yaitu Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati.

Saat lahir, nama aslinya adalah Mulyono bukan Joko Widodo.

Baca juga: Alam Ganjar Demo di Jogja, Ngaku Inisiatif Sendiri : Saya Enggak Disuruh-suruh Ortu, Beda Sama Sana

Jokowi dalam sebuah wawancara sempat menceritakan asal-usul pergantian nama dari Mulyono menjadi Joko Widodo.

Alasannya karena dirinya saat kecil sempat sakit-sakitan.

Nama Mulyono, yang berarti “mulia”, dianggap tidak cocok untuk bayi kecil itu.

Oleh karena itu selanjutnya namanya diganti menjadi Joko Widodo yang berarti anak lelaki yang selamat dan sejahtera.

Jokowi mengaku, hidup dalam keluarga yang sederhana.

Baca juga: Kisah Pilu di Purworejo Jateng, Mayat Bayi Terbungkus Plastik di Pinggir Sungai, Siapa Tega Buang?

Sejak lahir, keluarganya tinggal di sebuah rumah kontrakan di sekitar bantaran Kali Anyar di Kampung Cinderejo Lor, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Kali Anyar hanya berjarak 20 meter dari rumah orang tua Jokowi.

Selama 12 tahun, Jokowi kecil bersama orang tuanya tinggal di bantaran kali itu.

Untuk menghidupi keluarga, ayahnya berjualan kayu dan bambu di tepi kali.

Bahkan, ayah Jokowi terpaksa berulang kali membawa keluarganya hidup berpindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lainnya.

Baca juga: Tak Representasikan Penolakan Kuliner Non Halal, Tren Toleransi Kota Solo Meningkat Sejak Era Jokowi

Tempat tinggal mereka di bantaran Kali Anyar pernah kena gusur Pemerintah Kota Solo.

Keluarga Jokowi lantas menumpang di kediaman kerabat ayahnya di daerah Gondang.

Pendidikan dasar ditempuh Jokowi di SD Negeri 112 Tirtoyoso, Solo, dan lulus tahun 1973.

Lalu melanjutkan ke SMP Negeri 1 Surakarta hingga lulus tahun 1976, berlanjut ke SMA Negeri 6 Surakarta dan lulus tahun 1980.

Jokowi melanjutkan ke jenjang S1 mengambil kuliah di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca juga: Tak Representasikan Penolakan Kuliner Non Halal, Tren Toleransi Kota Solo Meningkat Sejak Era Jokowi

Dia mengambil jurusan teknologi kayu. 

Dirinya belajar mendalam tentang kayu, mulai dari pemanfaatan kayu, struktur kayu, hingga teknologi kayu.

Ia mengambil bidang studi teknologi kayu karena dirinya sangat erat dengan dunia perkayuan sejak kecil. Jokowi lulus dari UGM tahun 1985 dengan skripsi berjudul “Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta”.

Setahun setelah lulus, Jokowi menikah dengan Iriana pada 24 Desember 1986.

Pernikahan itu dikaruniai dua anak laki-laki dan satu anak perempuan, yaitu Gibran Rakabuming Raka (1987), Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep (1994).

(Kompas.com)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved