Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Sritex Dinyatakan Pailit

Isak Tangis Pecah Saat PT Sritex Sukoharjo Beri Relaksasi Ratusan Karyawan, Kenang Masa Jaya

Ratusan karyawan mengikuti acara motivasi dan relaksasi yang diadakan T Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pada Senin (4/11/2024)

TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf
Potret tangisan Suratih saat sesi relaksasi di Gedung Serbaguna PT Sritex, Senin (4/11/2024). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Suasana haru menyelimuti Gedung Serbaguna PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) pada Senin (4/11/2024).

Ratusan karyawan mengikuti acara motivasi dan relaksasi yang diadakan oleh perusahaan. 

Isak tangis terlihat di antara para peserta, mencerminkan kecemasan yang dirasakan karyawan setelah vonis pailit yang dijatuhkan Pengadilan Niaga Semarang pada 21 Oktober 2024 lalu.

Tangis pecah saat pengisi acara Kwartarini Wahyu Yuniarti memberikan relaksasi kepada 100 karyawan.

Ratusan karyawan tersebut diminta membayangkan kesuksesan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex).

Berkeliling ruangan dengan memegang mannequin yang didesain dengan menggunakan seragam Amry yang dibuat oleh PT Sritex.

Selain itu, kegiatan relaksasi yang diadakan diharapkan dapat membantu karyawan meredakan stres akibat situasi saat ini.

Salah satu karyawan PT Sritex, Suratih mengaku motivasi yang diberikan kepada karyawan sangatlah bagus.

"Karena pribadi saya sendiri pada tanggal 21 Oktober 2024 lalu, mendengar berita PT Sritex Pailit sangat sedih dan walaupun di luar sana heboh tetapi saya tetap yakin pemimpin saya pasti melindungi seluruh karyawannya," ujarnya, Senin (4/11/2025).

Baca juga: Ribuan Karyawan PT Sritex Sukoharjo Gelar Salat Istighosah, Doa Bersama Minta Kasasi MA Dikabulkan

Ia yang sudah bekerja sejak tahun 1995 di PT Sritex bercerita tempat ia bekerja tidak pernah bangkrut dan tidak pernah membuat karyawan terpuruk.

"Sudah 29 tahun saya di sini, pimpinan saya tidak hanya memikirkan karyawannya, tetapi juga memikirkan keluarga dari karyawannya. Anak berapa, Istri dan suami belum juga orang tua yang menjadi beban karyawannya," terangnya.

Ia juga mengaku sedih saat proses relaksasi yang diberikan karena diminta membayangkan betapa suksesnya PT Sritex dan kabar yang tak mengenakan yakni putusan pailit.

"Saya cuman bayangin, dulu PT Sritex merupakan PT terbesar se-Asia Tenggara dengan karyawannya, dan pimpinannya yang sangat terkenal, sampai di sini saya lihat patung-patung ini dari hasil karya kita, tapi kok terus dikatakan pailit itu rasanya sakit. Seperti anak ketika orang tuanya dijelek-jelekkan," tandasnya.

Ia berharap ke depannya keputusan Mahkamah Agung nanti akan memberikan titik terang dan menyelamatkan pekerjaan mereka.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved