Solo Menyambut Natal
Mulai Pasang Ornamen Natal, Jadi Simbol Toleransi Keberagaman di Solo Jateng
Suasana natal mulai terasa di Solo, pemasangan ornamen mulai dilakukan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemasangan ornamen natal kembali dilakukan di sekitar Jalan Jenderal Sudirman.
Owner Omah Lampion, Prasetyo berharap pemasangan ornamen ini bisa menjadi simbol toleransi keberagaman di Kota Solo.
“Semoga event kaya gini jadi rutinitas terus. Semoga tetap rukun antar agama. Tidak ada gesekan,” ungkapnya saat ditemui Jumat (15/11/2024).
Pemasangan ornamen natal memang sudah menjadi tradisi tiap tahun.
Bahkan di masa pemerintahan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka lima agama juga ikut memasang ornamen tiap perayaan hari besar keagamaan.
Baca juga: Bantah Solo Intoleran Buntut Penolakan Kuliner Non Halal, Perayaan Imlek Hingga Natal Jadi Bukti
“Kita sudah 2014. Kalau toleransi kelihatan Mas Gibran lima agama tiap agama ada satu event. Kalau 2013 cuma imlek aja,” jelasnya.
Tahun ini ia akan menampilkan konsep ornamen yang lebih meriah dan penuh warna.
Berbeda dengan tahun lalu yang dominan merah dan putih.
“Lebih full color. Lebih spektakuler. Lampu lebih banyak tahun ini dari pada yang kemarin. Biar tampil beda. Pemilihan warnanya lebih bagus. Kemarin kan Santa cenderung merah putih. Yang ini banyak warna,” tuturnya.
Ia akan menampilkan karakter-karakter kartun di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.
Karakter ini menggambarkan keceriaan menyambut hari besar Umat Kristen ini.
“Agak beda dari yang kemarin. Tema natal kartun. Kurcaci di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Di Bundaran Gladag ada rumah kastil. Di Plaza Balai Kota ada panggung 7 kurcaci dan Snow White,” terangnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.