3 Program Baru untuk Para Guru
Di Solo, Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Bicara Penambahan Insentif Guru
Wamen Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat bicara soal insentif guru. Ini saat kunjungannya di Solo.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kabar penambahan insentif guru telah santer terdengar beberapa waktu terakhir.
Bahkan kabarnya setiap guru akan mendapatkan penambahan insentif sebesar Rp 2 juta.
Namun nominal tersebut dibantah oleh Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, saat menghadiri Festival Transformasi Pendidikan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah, di Stadion Manahan Solo, Jumat (15/11/2024) malam.
Ditemui usai acara, Atip menyebut munculnya angka penambahan insentif guru tersebut bukan berasal dari kementerian.
Namun demikian, Atip memastikan terkait kebenaran adanya penambahan insentif guru.
Untuk nominal angka tepatnya, Atip menyebut masih dihitung oleh kementerian.
"Yang menyebutkan angka Rp 2 juta kan bukan kami, itu kan para wartawan. Jadi nanti tagihnya ke para wartawan, kami hanya menyampaikan insyaallah akan ada kesejahteraan. Tapi jumlahnya sedang kami hitung," ujar Atip saat ditemui awak media.
"Perkiraannya ya belum bisa dikira-kira, yang penting sejahtera. Insyaallah," lanjutnya.
Baca juga: Para Guru Bakal Lebih Sejahtera, Wamen Dikdasmen Temui 17.000 Guru di Solo dan Janjikan 3 Program
Saat disinggung terkait skema formulasi penyaluran insentif guru, Atip menyebut ada sejumlah cara salah satunya dengan program sertifikasi.
"Itu yang lewat sertifikasi yang jelas itu salah satu mekanismenya. Yang jelas yang lebih detail sedang kita persiapkan," kata dia.
Skema sertifikasi disebut Atip juga akan menyasar guru-guru yang masih berstatus honorer.
"Semua didorong untuk sertifikasi," pungkas Atip.
Seperti berita sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tengah menggodog sejumlah program untuk meningkatkan kompetensi guru.
Dalam Festival Transformasi Pendidikan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Jawa Tengah, di Stadion Manahan Solo, Jumat (15/11/2024) malam, Atip mengatakan setidaknya ada tiga program yang disiapkan.
Tiga program tersebut antara lain pelatihan untuk guru dan tenaga pendidik, mengurangi beban kerja guru yang berkait dengan administrasi dan penambahan insentif untuk kesejahteraan guru.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Wamen-soal-insentif.jpg)