Info Karanganyar

Pj Bupati Timotius Suryadi dan Gusti Bhre Hadiri Upacara Bendera Peringati HUT ke-107 Karanganyar

Pemkab Karanganyar menggelar upacara bendera di Alun-alun Karanganyar, Senin (18/11/2024).

Tayang:
Istimewa
Gusti Bhre bersama pimpinan forkopimda Kabupaten Karanganyar di puncak hari jadi ke-107 Kabupaten Karanganyar, di Alun-alun Karanganyar, Senin (18/11/2024). 

Ia mengatakan, pada perayaan tahun lalu digelar konser musik dengan mendatangkan artis dan band Ibu Kota. 

Baca juga: PJ Bupati Timotius Suryadi Hadiri Pengajian Akbar Karanganyar Tentram, Berharap Masyarakat Rukun

Namun, dia menjelaskan penyelenggaraan HUT ke-107 Kabupaten Karanganyar dilaksanakan sederhana karena berada di momen Pilkada serentak pada 2024, maka pengumpulan massa dengan dibiayai APBD lebih dibatasi demi kondusivitas wilayah.

Sebagai gantinya, pemerintah daerah menyelenggarakan event budaya seperti pentas wayang kulit dan ruwatan massal. 

Di acara puncak yang biasanya digelar pameran aeromodeling dan tari kolosal perjuangan RM Said, kini ditiadakan.

Menginjak 107 tahun Kabupaten Karanganyar, tantangan ke depan semakin besar, salah satunya isu lingkungan.

Timotius mengatakan pengolahan limbah didanai lebih besar di APBD 2025. 

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Sukosari, Jumantono bakal ditata lebih tepat. 

Anggarannya didukung APBD provinsi Jawa Tengah dan tambahannya sedang dikomunikasikan ke Kementrian Lingkungan Hidup RI.

Seremoni puncak hari jadi dihadiri pula KGPAA Mangkunegara X, Gusti Pangeran Harya (GPH) Bhre Cakrahutomo. 

Ia mengatakan Kabupaten Karanganyar memiliki sejarah dan budaya sama dengan Mangkunegara dan ke depan, even-even dan kerjasama bakal lebih melibatkan Karanganyar

"Benang merah antara Mangkunegara dan Karanganyar serta Solo bakal lebih direkatkan dalam misi pengembangan budaya, wisata dan edukasi," katanya. 

Ketua DPRD Karanganyar, Bagus Selo, menegaskan bahwa persoalan sampah harus segera diselesaikan untuk mewujudkan Karanganyar yang maju, kompetitif, dan harmoni.

“Sampah itu harus dituntaskan jika Pemkab ingin Karanganyar makin maju, kompetitif, dan harmoni. Bukan saja menjadi persoalan di TPA bahkan di desa sampah kerap menjadi masalah bagi warga. Jadi secepatnya digarap, bukan sekadar wacana,” katanya.

Bagus juga menyoroti tingginya angka pengangguran di Karanganyar

Dia mengatakan, sebelum pandemi, angka pengangguran tercatat 9,55 persen, yang kemudian meningkat menjadi 10,8 persen saat pandemi dan saat ini, angka tersebut masih 9,57 persen. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved