Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pilkada Sukoharjo 2024

Tim Pemenangan Etik-Sapto Bakal Evaluasi Fenomena Tingginya Suara Kotak Kosong di Pilkada Sukoharjo

Evaluasi ini dilakukan menyusul laporan belasan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimenangkan oleh kotak kosong, terutama di beberapa wilayah perkotaan.

TribunSolo.com/Anang Ma'ruf
Calon Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (Kiri) dan Ketua Tim Pemenangan Etik-Sapto, Nurjayanto (Kanan) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Ketua tim pemenangan pasangan Etik Suryani dan Eko Sapto Purnomo, Nurjayanto, menyatakan bahwa pihaknya dari DPC PDI Perjuangan Sukoharjo akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terkait hasil quick count Pilkada Sukoharjo 2024.

Evaluasi ini dilakukan menyusul laporan belasan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimenangkan oleh kotak kosong, terutama di beberapa wilayah perkotaan.

“Iya, kita belum final untuk menanggapi itu (kotak kosong). Ini fenomena, karena hasilnya di bawah target kami, khususnya untuk pemilihan bupati. Kalau kita lihat, suara kotak kosong ini lebih banyak di daerah perkotaan seperti Grogol, Baki, Kartasura, Gatak, Polokarto, dan Mojolaban,” ujar Nurjayanto di konfirmasi TribunSolo.com, Kamis (28/11/2024).

Namun, Nurjayanto mencatat suara kotak kosong di wilayah selatan Kabupaten Sukoharjo cenderung lebih rendah dibandingkan di wilayah perkotaan. 

Fenomena ini, menurutnya, masih dalam batas evaluasi awal, dan pihaknya belum dapat menarik kesimpulan pasti terkait penyebabnya.

“Kami masih mengumpulkan data dan menganalisisnya. Untuk memberikan komentar yang lebih pasti, tentunya kami harus menunggu data-data lebih lengkap. Saat ini, kami hanya mencatat ini sebagai bahan evaluasi internal,” jelasnya.

Baca juga: Menilik Rumah Sederhana Etik Suryani di Solo Baru dan Kekayaannya, Menangi Pilkada Sukoharjo 2024

Lebih lanjut, Nurjayanto juga menyebutkan beberapa faktor yang kemungkinan memengaruhi hasil suara, termasuk perbedaan mitra koalisi antara calon gubernur dan calon bupati. 

“Apakah ada korelasi dengan pilihan gubernur, mengingat mitra koalisi calon gubernur dan bupati berbeda, atau mungkin situasi sosial masyarakat, seperti tingkat sumber daya manusia di desa dan kota, yang juga menghasilkan perbedaan hasil,” lanjutnya.

Nurjayanto menambahkan, temuan ini akan dijadikan bahan pembelajaran bagi tim pemenangan untuk meningkatkan strategi pendekatan ke masyarakat di masa mendatang.

Meskipun pasangan Etik-Sapto unggul secara keseluruhan dalam quick count, kemenangan kotak kosong di beberapa TPS menjadi perhatian penting bagi tim. 

Hasil resmi Pilkada Sukoharjo 2024 dijadwalkan akan diumumkan oleh KPU dalam waktu dekat. 

Sementara itu, DPC PDI Perjuangan Sukoharjo terus berkomitmen untuk menjaga proses demokrasi yang transparan.

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved