Video Konten Bullying di Boyolali
Bantah Sakit Hati, Wali Murid TK di Boyolali Laporkan Bestie-nya Supaya Bikin Konten Mendidik
A membuat aduan ke polisi agar teman-teman itu bertaubat dan tak lagi membuat konten yang tak ada gunanya.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Tak bisa dipungkiri, saat ini era dimana apapun bisa dijadikan bahan konten.
Termasuk kalau lagi ada masalah dengan seseorang, terkadang ada yang membuat video untuk menyindir di media sosial.
A seorang ibu dari salah satu siswa TK elit di Boyolali merasa tersindir dengan video yang dibuat oleh bestie-nya.
A kemudian membuat aduan ke polisi agar teman-teman itu bertaubat dan tak lagi membuat konten yang tak ada gunanya.
Bagi A, bukan karena sakit hati yang membuatnya menempuh jalur hukum.
A pun sebenarnya berharap bisa duduk bersama dan mengobrol untuk saling memaafkan.
A pun mengaku sudah tidak mempersoalkan masalah sakit hatinya.
Namun, aduan ke polisi ini untuk mengedukasi masyarakat agar jangan sampai membuat konten bermuatan pembully-an.
Baca juga: Wali Murid TK di Boyolali Laporkan Dua Bestienya, Tersindir Video yang Diduga Parodikan Dirinya
A mengaku sebenarnya ingin menyadarkan teman-teman itu dengan ngopi bareng.
Namun upaya itu tak bisa terjadi. Sehingga dia membuat aduan ini.
"Untuk contoh juga ya jangan mudah bikin konten-konten pembullyan. Ini contoh yang ga baik," katanya.
"Sakit hati itu menurut saya sudah selesai dari dulu banget. Tapi masalahnya ini sampai mengarah ke tanya-tanya schedule anak saya," paparnya.
Kuasa hukum A, Asri Purwanti mengatakan kedatangannya ke Polres adalah untuk pemeriksaan tambahan pelapor dan saksi-saksi.
Selain itu, ada dugaan bahwa para terlapor mencari informasi pribadi A dari sang sopir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/A-wali-murid-TK-di-Boyolali-saat-melaporkan-dua-bestienya.jpg)