Kera Serang Lahan di Paranggupito

Warga Paranggupito Wonogiri Resah Kawanan Kera Serang Lahan Pertanian, Hasil Panen Terancam

Warga di empat desa yang berada di Kecamatan Paranggupito resah dengan kawanan kera yang menyasar lahan pertanian mereka.

Tribun Timur/Ivan Ismar
Ilustrasi ladang kebun 

Laporan Wartawan TribunSolo, Erlangga Bima

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Warga di empat desa yang berada di Kecamatan Paranggupito resah dengan kawanan kera yang menyasar lahan pertanian mereka.

Kawanan kera disebut menyerang lahan pertanian dan tanaman warga. Hal itu membuat masyarakat setempat resah dan mengganggu aktivitas sehari-hari mereka.

Keresahan itu disampaikan saat Komisi II DPRD Wonogiri berkunjung ke Kecamatan Paranggupito pada Rabu (15/1/2025).

Kepala Desa (Kades) Gunturharjo Suyadi, menjelaskan bahwa serangan kera telah menyebabkan kerugian bagi petani di wilayahnya. 

"Tanaman seperti ketela dan jagung menjadi sasaran utama. Kera-kera ini tidak hanya merusak, tetapi juga mengancam hasil panen yang menjadi sumber penghidupan kami," ujarnya, Rabu (15/1/2025).

Hal serupa disampaikan oleh Kades Paranggupito Dwi Hartono. Ia menyebut, kedatangan kawanan kera itu membuat para petani harus berjaga di ladang pertanian mereka.

Namun, tak selamanya warga bisa menjaga lahan pertaniannya. Sebab, warga juga memiliki keperluan lain, misalnya mendatangi hajatan dan lainnya.

"Ketika ada keperluan sosial seperti melayat, hajatan, ladang dibiarkan tanpa penjagaan, sehingga kera dengan mudah menyerang," katanya.

Baca juga: Misteri Ular Raksasa di Ladang Pertanian Paras Boyolali, Buat Petani Rolasan Lebih Awal

Bahkan menurut dia, sebelumnya jumlah kawanan kera hanya sekira 30-an ekor. Saat ini, jumlahnya sudah bertambah menjadi 100-an karena ada beberapa yang berkembang biak.

Camat Paranggupito, Catur Susilo Prono, menambahkan, setidaknya ada empat desa yang mengeluhkan kedatangan kawanan kera, yakni Gunturharjo, Gudangharjo, Songbledek dan Paranggupito.

Ia menyebut serangan kera ke lahan pertanian di wilayahnya sebenarnya sudah terjadi sejak lama, namun akhir-akhir ini, serangan kera semakin masif.

"Sebenarnya sudah sejak lama, tapi yang luar biasa tahun ini setelah masa tanam, sejak akhir tahun itu kera masuk ke area pertanian, baru area pertanian, belum ke rumah," ujar Camat.

Belum lama ini, pihaknya bersama Forkompimcam dan dinas terkait mengumpulkan warga untuk memberikan sosialisasi dan edukasi terkait hal itu.

"Kami sharing dengan warga masyarakat yang terdampak serangan kera, yakni Desa Gunturharjo, Gudangharjo, Paranggupito dan Songbledeg. Kami beri edukasi bahwasanya kera memang hama tapi hewan yang dilindungi," jelasnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved