Pilkada Solo 2024

Wali Kota Baru Dilantik Akhir Februari, Teguh Ingatkan Kerjasama Solo Safari Jangan Jadi Temuan BPK

Wali Kota Solo Teguh Prakosa pun mewanti-wanti sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan kepemimpinan baru nanti.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
INGATKAN PEMIMPIN BARU : Wali Kota Solo Teguh Prakosa saat ditemui di kantornya, Selasa (4/2/2025). Ia mewanti-wanti sejumlah pekerjaan rumah yang musti diselesaikan kepemimpinan baru nanti. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kepala daerah terpilih akan dilantik serentak pada 20 Februari 2025 mendatang.

Wali Kota Solo Teguh Prakosa pun mewanti-wanti sejumlah pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan kepemimpinan baru nanti.

Salah satunya kerjasama antara Perumda Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) dengan Taman Safari Indonesia dalam mengelola Solo Safari.

Ia berharap jangan sampai kerjasama ini menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“PR yang sudah ada tentang kerjasama dengan pihak lain yang sampai hari ini baru kita proses supaya ke depan jangan jadi temuan BPK. Khusus TSTJ lain daripada yang lain,” jelasnya saat ditemui di kantornya, Selasa (4/2/2025).

TEGUH WANTI-WANTI : Wali Kota Solo Teguh Prakosa, ditemui akhir 2024 lalu. Ia mewanti-wanti sejumlah pekerjaan rumah yang musti diselesaikan kepemimpinan baru Kota Solo nanti.
TEGUH WANTI-WANTI : Wali Kota Solo Teguh Prakosa, ditemui akhir 2024 lalu. Ia mewanti-wanti sejumlah pekerjaan rumah yang musti diselesaikan kepemimpinan baru Kota Solo nanti. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Ia sendiri belum bisa memastikan bentuk kerjasama yang dijalin seperti apa.

Pihaknya baru mempelajari kerjasama yang dibuat saat kepemimpinan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka tersebut.

“Butuh proses. Copy-an kerjasama akan saya baca dulu,” tuturnya.

Ia masih berusaha menyelesaikan pekerjaan rumah di sisa jabatan agar tak ada saling menyalahkan di kepemimpinan pemerintahan ke depan.

“Supaya tidak ada pemimpin menyalahkan yang sudah berjalan. Berkelanjutan itu kalau kurang baik harus kita perbaiki,” jelasnya.

Baca juga: Wali Kota Solo Terpilih Respati Ardi Susun Tim Transisi Pemerintahan, Berharap Teguh Ikut

Sedangkan terkait dengan upaya negosiasi ulang, pihaknya baru menjalin komunikasi dengan manajemen Solo Safari.

“Itu yang baru saya suruh direkturnya TSTJ komunikasi,” tuturnya.

Ia pun menyoroti sejumlah kerjasama dengan pihak lain yang terkendala. Selain itu Solo Safari juga disebut mengalami penurunan profit.

“Mas Herman Jambojay masih punya di sana tapi tidak boleh. Taman Safari tidak boleh untuk musik karena berisik. Kalau dibiarkan akan merugikan pihak lain. Sementara keuntungan di sana makin turun,” jelasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved