Efisiensi Anggaran Dinas

Terdampak Efisiensi, Nasib 99 Pekerja Kontrak BBWSBS Pemantau Pos Bengawan Solo Tak Jelas

Kepala BBWS Bengawan Solo, Mariyadi Utama angkat bicara terkait dengan 99 pekerja kontrak terdampak efisiensi.

Tayang: | Diperbarui:

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kepala BBWS Bengawan Solo, Mariyadi Utama memberikan penjelasan terkait adanya 99 pekerja kontrak terdampak efisiensi.

Kendati sudah telah melakukan efisiensi kepada 99 pekerja Hidrologi, pihaknya tetap akan memperjuangkan nasib 99 pekerja kontrak tersebut. 

Pasalnya, 99 pekerja kontrak itu memiliki tugas yang penting di BBWS Bengawan Solo.

Mereka bertugas sebagai pengumpul data (Pemantau) di pos-pos sepanjang sungai bengawan Solo.

"Ini sangat penting sekali datanya. Maka kami akan perjuangkan untuk teman-teman yang mengelola pos Hidrologi untuk terus bersama mengelola sumber daya air bengawan Solo," paparnya.

BBWSBS TERDAMPAK EFISIENSI : Ilustrasi kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), difoto belum lama ini. Sebanyak 99 pekerja outsourcing maupun Honorer (Kontrak) BBWSBS yang bertugas di Pos Hidrologi terdampak efisiensi.
BBWSBS TERDAMPAK EFISIENSI : Ilustrasi kantor Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), difoto belum lama ini. Sebanyak 99 pekerja outsourcing maupun Honorer (Kontrak) BBWSBS yang bertugas di Pos Hidrologi terdampak efisiensi. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf)

Namun demikian, Maryadi mengaku masih tersendat dengan anggaran yang masih diblokir hingga saat ini.

"Bukan maksud kami memutus sepihak, tapi kami ingin bijak, adil dan sesuai efisiensi," paparnya.

Jika anggaran sudah dibuka, maka 99 petugas Pos Hidrologi Bengawan Solo tersebut masih bisa berkontrak lagi.

BBWSBS bisa segera melakukan rekrutmen kembali untuk bersama-sama mengelola bengawan Solo jika dana sudah tersedia.

"Karena ini data primer yang sangat penting sebagai dasar perencanaan juga untuk pengendali banjir, dan bendungan," lanjutnya.

Baca juga: Efek Efisiensi, 99 Pekerja Kontrak BBWSBS Hulu ke Hilir Dirumahkan, 39 di Antaranya Solo Raya

Mariyadi mengatakan, selama proses efisiensi ini BBWSBS mengandalkan alat automatic untuk membantu pengendalian sumber daya air. 

Lebih lanjut, Mariyadi mengatakan 99 pekerja itu merupakan tenaga kontrak per tiga bulan sekali. 

Kontrak mereka terakhir pada Desember 2024 lalu.

"Kontrak per 3 bulan sekali, mereka habis Desember. Harusnya kontrak lagi Januari, Februari dan Maret tapi kita menunggu DIPA 2025, makanya kita beri surat akhir penugasan karena DIPA 2025 belum ada," terangnya.

Ia menjelaskan dalam sebulan anggaran untuk pos hidrologi mencapai Rp 75 juta.

"Anggaran Rp 75 juta per bulan. Total ada 99 dari hulu sampai hilir, di Solo aja ada 39 pos hidrologi di Solo Raya," tandasnya.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved