Larangan Study Tour

Sosok 3 Kepala Daerah yang Larang Study Tour, Ada Dedi Mulyadi hingga Eri Cahyadi

Tiga sosok kepala daerah ini melarang adanya study tour. Kebijakan ini dinilai agar tidak memberatkan orang tua siswa.

Tayang:
TribunSolo.com/Agil Tri
TERSENYUM. Foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi Sukoharjo. Dia juga termasuk kepala daerah yang melarang study tour. 

TRIBUNSOLO.COM - Study Tour kini menjadi perbincangan hangat. 

Apalagi dengan adanya pelarangan yang dilakukan beberapa kepala daerah. 

Kini diketahui ada 3 sosok yang melarang study tour ini. 

Mereka adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur Jakarta, Pramono Anung dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

Diketahui, Dedi Mulyadi dan Pramono Anung menerapkan kebijakan larangan study tour pada kisaran Februari 2025 lalu.

Sementara, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah menerapkan kebijakan ini sejak 2024 silam.

Soal kebijakan ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya melarang study tour sejak adanya kasus kecelakaan maut di Ciater, Subang, Jawa Barat. 

Dia mengatakan, adanya aturan ini membuat sekolah menjadi ramah pada tarif, tentunya terjangkau dan tidak memberatkan wali murid. 

BERI PENJELASAN. Foto Eri Cahyadi diambil pada 2020.
BERI PENJELASAN. Foto Eri Cahyadi diambil pada 2020. Dia termasuk Kepala Daerah yang melarang study tour. (TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA)

"(Menggelar acara) Wisuda saja tidak boleh kok. Kalau kami sudah arahkan, tidak ada wisuda kalau bayar, kecuali (dibayar) komite. Sama dengan study tour," kata Wali Kota Cak Eri ketika dikonfirmasi di Balai Kota Surabaya, Jumat (17/5/2024).

Eri ingin memastikan agar pendidikan bisa terjangkau untuk semua siswa. 

"(Larangan) sudah dari dulu. Kebijakannya tidak pernah berubah ya, kami sudah bunyikan," teags mantan ASN Pemkot Surabaya ini.

Baca juga: Viral Rombongan Bus Study Tour Mengalami Kecelakaan di Demak Jateng, Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara ini, kebijakan ini juga diterapkan di  Jawa Barat. 

Dedi Mulyadi menjelaskan alasan utama di balik larangan studi tur siswa sekolah adalah agar tidak membebankan biaya pada orangtua siswa. 

“Saya tegaskan kembali ya, yang kami larang itu adalah kegiatan-kegiatan studi tur, kunjungan ilmiah, study industry, kunjungan industri, apapun namanya, yang di dalamnya melakukan pembebanan kepada orang tua siswa,” tegasnya melalui video di Instagram pribadinya.

Menurutnya, biaya studi tur yang sering kali dibebankan sepenuhnya kepada orang tua siswa membuat banyak keluarga terpaksa berutang. 

TERSENYUM. Foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dia juga termasuk kepala daerah yang melarang study tour.
TERSENYUM. Foto Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dia juga termasuk kepala daerah yang melarang study tour. (KOMPAS.com/Reni Susanti)
Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved