Larangan Study Tour
Sosok 3 Kepala Daerah yang Larang Study Tour, Ada Dedi Mulyadi hingga Eri Cahyadi
Tiga sosok kepala daerah ini melarang adanya study tour. Kebijakan ini dinilai agar tidak memberatkan orang tua siswa.
Penulis: Tribun Network | Editor: Ryantono Puji Santoso
“Banyak orang tua siswa yang tidak dalam posisi punya kemampuan keuangan harus ngutang ke sana kemari, yang berakibat pada beban ekonomi hidupnya semakin berat,” tambahnya.
Selain itu, faktor keselamatan siswa juga menjadi perhatian utama.
Sementara itu, Gubernur Jakarta, Pramono Anung juga menerapkan kebijakan yang sama.
Pramono bahkan telah menyiapkan program pengganti study tour.
Salah satu program yang akan didorong oleh Pramono adalah kegiatan menanam mangrove bagi para siswa.
Pramono Anung mengimbau agar sekolah-sekolah di Jakarta mengadakan karya wisata atau study tour di wilayah Jakarta saja.
Menurutnya, Jakarta memiliki banyak destinasi menarik yang dapat dikunjungi oleh para siswa tanpa perlu keluar kota.
“Jakarta tentunya punya kebijakan tersendiri, saya akan lebih menggalakkan agar anak didik Jakarta itu lebih mencintai Jakarta. Jadi saya akan lebih mendorong untuk tetap di Jakarta,” ucap Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (3/3/2025), melansir dari Kompas.com. (*)
Artikel ini telah tayang di Surya.co.id dengan judul Selain Dedi Mulyadi dan Pramono Anung, Wali Kota Surabaya Cak Eri Ternyata Sudah Larang Study Tour
| Bocah Perempuan Sragen Berseragam Pramuka Ditemukan Tewas di Rumahnya, Diduga Korban Pembunuhan |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Bocah Perempuan di Jenar Sragen Tewas di Rumahnya, Ada Luka Bekas Senjata Tajam |
|
|---|
| Sambung Rasa Desa Pesu Wedi Klaten, Bupati Hamenang Salurkan Beragam Bantuan Langsung ke Masyarakat |
|
|---|
| Warga Klaten Curhat Soal Irigasi hingga Gedung PAUD, Bupati Hamenang : Bisa Dikerjakan Tahun Ini |
|
|---|
| Sambung Rasa 2026, Bupati Klaten Hamenang Datangi Desa Pesu Wedi, Bawa Belasan Layanan Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/wakil-ketua-komisi-iv-dpr-ri-dedi-mulyadi-saat-berbicara-dengan-masy.jpg)