Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Truk Sampah Dipaksa Putar Balik

5 Fakta Truk Asal Sleman Dipaksa Putar Balik karena akan Buang Sampah di Klaten, Bukan Kali Pertama

Dalam video yang beredar tampak bila truk bermatan sampah ini ditutup terpal saat diamankan.

|

TRIBUNSOLO.COM - Truk bermuatan sampah yang berasal dari Sleman dipaksa putar balik, karena diduga hendak membuang sampahnya di wilayah Kecamatan Kemalang.

Diketahui, kejadian ini terjadi pada Sabtu (15/3/2025).

Baca juga: Viral Truk Asal Jogja Diminta Putar Balik saat Mau Buang Sampah di Klaten, DLH Sleman Bantah Darinya

Kejadian tersebut pun sempat viral di media sosial dengan memperlihatkan sebuah truk muatan sampah dinarasikan berasal dari Sleman DI Yogyakarta dipaksa putar-balik usai diduga hendak membuang sampah di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.

Video tersebut tersebar di media sosial, salah satunya oleh @pesonakemalang.

Dalam postingan, ditulis bila kejadian terjadi pada 15 Maret 2025.

"Pak Camat Kemalang bersama Satpol PP, Polsek, Koramil dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Klaten menyuruh putar balik truk bermuatan sampah dari Sleman yang masuk ke wilayah Kecamatan Kemalang," tulis akun tersebut.

"Truk yang masuk berjumlah 3 truk, dan semua dipaksa putar balik ke asalnya," tambahnya.

Dalam video yang beredar tampak bila truk bermatan sampah ini ditutup terpal saat diamankan.

Terkait kejadian ini berikut Tribun Solo rangkum 5 faktanya.

1. Disebut Sudah Lakukan Lebih dari Sekali

Truk sampah asal luar kabupaten diduga bukan kali pertama melakukan aksi buang sampah di Klaten.

Camat Kemalang, Sumarsih Kuncoro membenarkan informasi ini.

"Di Kemalang kemarin itu, dulu pernah terjadi beberapa waktu lalu. Sudah kami koordinasikan, kami suruh berhenti," ujar Kuncoro saat ditemui Senin (17/3/2025).

DIPAKSA PUTAR BALIK : Truk muatan sampah yang berasal dari Sleman DIY, diberhentikan saat diduga hendak membuang di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. (Tribun Solo/ Istimewa)
DIPAKSA PUTAR BALIK : Truk muatan sampah yang berasal dari Sleman DIY, diberhentikan saat diduga hendak membuang di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten.  Truk sampah asal luar kabupaten diduga tidak hanya melakukan aksi buang sampah di Klaten beberapa kali. (Tribun Solo/ Istimewa) ((Tribun Solo/ Istimewa))

Dua pekan sebelumnya, juga ditemukan hal serupa. 

Pihaknya kemudian melakukan koordinasi dengan Muspika, Desa, maupun pihak yang berkepentingan terkait.

Sesuai ketentuan, yang tercantum dalam peraturan daerah (perda) No. 6 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah.

Sampah dari luar Kabupaten Klaten, tidak diperbolehkan masuk, baik oleh perorangan, maupun badan usaha.

Baca juga: 3 Truk Asal Sleman Mau Buang Sampah ke Kemalang, Pemkab Klaten Sebut Langgar Perda, Ini Responsnya!

2. Sopir Tidak Bawa Dokumen Pendukung

Camat Kemalang, Sumarsih Kuncoro mengatakan dalam kejadian tersebut pihaknya menindak ada 3 truk.

"Itu kemarin adalah pengiriman sampah dari wilayah Sleman," ujar Kuncoro saat ditemui TribunSolo.com, Senin (17/3/2025).

Ketiga truk, diketahui melakukan aktivitas ilegal karena tidak dilengkapi dokumen pendukung.

"Tidak ada dokumen pendukungnya, jadi monggo diniliai sendiri," ucapnya.

Asal truk sampah dari Sleman, diketahui pihaknya usai klarifikasi dengan pengendara truk.

"Pengakuannya seperti itu, dari driver juga seperti itu. Sama," kata Kuncoro.

BUANG SAMPAH. Truk muatan sampah yang berasal dari Sleman DIY, diberhentikan saat diduga hendak membuang di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. (Tribun Solo/ Istimewa)
BUANG SAMPAH. Truk muatan sampah yang berasal dari Sleman DIY, diberhentikan saat diduga hendak membuang di wilayah Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. (Tribun Solo/ Istimewa) ((Tribun Solo/ Istimewa))

3. Diduga untuk Tutup Lubang Galian C

Camat Kemalang, Sumarsih Kuncoro menjelaskan sampah ini diduga digunakan untuk menutup area lahan bekas tambang galian C.

"Pernah itu sampah dituang, lalu ditimbun tanah," jelasnya.

Mengenai sampah yang bisa masuk, ada yang meminta atau mengatur. 

"Kami belum bisa matur itu. Cuma ada indikasi kalau dari sana kesini yang menyuruh mungkin," paparnya.

Baca juga: Truk Sampah Sleman Diduga Buang Sampah di Kemalang Klaten, Disebut Sudah Lakukan Lebih dari Sekali

4. Respons Bupati Hamenang

TANGGAPI SOAL SAMPAH : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten siapkan bantuan sosial (bansos) untuk ribuan warganya yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Sritex Group, Sabtu (15/3/2025). Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tanggapi soal truk sampah asal Sleman yang diduga buang sampah ke Klaten. TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
TANGGAPI SOAL SAMPAH : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten siapkan bantuan sosial (bansos) untuk ribuan warganya yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) di Sritex Group, Sabtu (15/3/2025). Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tanggapi soal truk sampah asal Sleman yang diduga buang sampah ke Klaten. TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo (TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo)

Guna mencegah terulangnya truk sampah asal luar daerah buang sampah di Wilayah Kabupaten Klaten, Bupati Hamenang Wajar Ismoyo sepakati adanya patroli berkala, Selasa (18/3/2025).

Bupati Hamenang sebelumnya telah melakukan rapat koordinasi dengan Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto dan jajaran Forkopimda untuk mengadakan patroli.

"Kami sudah kordinasikan di rapat Forkopimda, Mas Wakil, Kapolres, dan semua stake holder," ujar Hamenang.

"Kami sepakat menyelenggarakan patroli berkala, agar kemudian sampah ini tidak masuk ke Kabupaten Klaten lagi," tambahnya.

5. DLH Sleman Bantah Darinya

PENUH SAMPAH - Ilustrasi warga melihat hamparan sampah di Sungai Cikapundung di bawah Jembatan Cipurut, di perbatasan Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/3/2025). Viral truk dari Jogja diminta putar balik saat hendak buang sampah ke Klaten, Dinas Lingkungan Sleman bantah kiriman dari pihaknya. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
PENUH SAMPAH - Ilustrasi warga melihat hamparan sampah di Sungai Cikapundung di bawah Jembatan Cipurut, di perbatasan Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/3/2025). Viral truk dari Jogja diminta putar balik saat hendak buang sampah ke Klaten, Dinas Lingkungan Sleman bantah kiriman dari pihaknya. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, mengatakan jika truk-truk tersebut merupakan milik jasa pengangkut sampah swasta.

"Bukan (bukan truk dari Pemkab), bukan dari Pemkab, jasa pengangkut swasta," ungkapnya saat dihubungi pada Senin (17/03/2025).

Epiphana mengungkapkan jika jasa pengangkut sampah swasta tersebut terdaftar di DLH Sleman.

Menanggapi kejadian viral ini, pihaknya berencana untuk memanggil jasa pengangkut sampah swasta yang tercatat.

"Kita akan panggil jasa pengangkut swasta yang tercatat di kami. Jika ada yang tidak tercatat dan kemudian kami tahu, ya sekaligus kami panggil untuk kami beri pembinaan," jelasnya.

Tujuan diberikan pembinaan adalah untuk mengingatkan kembali tentang larangan-larangan dalam pengelolaan sampah.

Epiphana berharap, dengan adanya pembinaan, peristiwa serupa tidak akan terulang di masa mendatang.

Meski demikian, dirinya juga menegaskan bahwa jika jasa pengangkutan sampah swasta masih melakukan pelanggaran setelah pembinaan, sanksi akan diberikan.

"Jadi kalau setelah itu (setelah pembinaan) terjadi pelanggaran-pelanggaran, ya monggo. Nanti siapa yang menemukan, kalau mau diberi sanksi oleh yang bersangkutan ya silakan saja. Karena kami sudah melakukan pembinaan," pungkasnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved