Sejarah Kuliner Legendaris
Asal-usul Bestik, Kuliner Legendaris di Solo yang Terinspirasi dari Belanda
Sampai saat ini, banyak kuliner di Solo sangat kebarat-baratan, seperti selad solo ataupun bestik.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perkembangan kuliner di Kota Solo, Jawa Tengah, tak lepas dari sejarah panjang di era penjajahan kolonial.
Sampai saat ini, banyak kuliner di Solo sangat kebarat-baratan, seperti selad solo ataupun bestik.
Nah tahukah Tribuners bagaimana asal-usul bestik?
Baca juga: 5 Kuliner Malam Solo yang Enak: Ada Bestik, Dimsum hingga Susu Segar
Sejarah Bestik
Bestik atau bistik merupakan pelafalan lidah Jawa untuk ”beefsteak”.
Sama seperti beefsteak, bestik juga berbahan dasar daging sapi.
Namun, uniknya, tak hanya daging sapinya yang digunakan sebagai bahan baku utama, aneka jeroan pun diolah sebagai steak ala rakyat Solo.
Jangan pernah membayangkan gelondongan daging ketika menikmati bestik. Bestik solo diolah dari cincangan daging, lidah, hingga jeroan.
Menu bestik akhirnya menjadi sangat beragam mulai dari bestik daging sapi, bestik lidah sapi, bestik jeroan sapi, bestik dadar lidah, bestik ayam, hingga bestik brutu.
Bestik atau steak sapi hingga ayam ala Solo ini dengan mudah dijumpai di warung kaki lima.
Terinspirasi dari Belanda
Kuliner yang terbuat dari protein hewani sebenarnya merupakan inspirasi dari kebiasaan makan orang Belanda dan para bangsawan pada zaman dulu, lo.
Ya, masyarakat biasa mungkin akan kesulitan menjangkau daging karena harganya yang mahal.
Sehingga makanan-makanan yang terbuat dari daging dan mendapat pengaruh kuliner Eropa biasanya datang dari kalangan Bangsawan nih.
Baca juga: Sejarah Jembatan Bacem Sukoharjo, Benarkah Saksi Peristiwa Berdarah?
| Rekomendasi Kuliner Solo : Cicipi Nasi Liwet Bu Wongso Lemu yang Legendaris Sejak 1950-an |
|
|---|
| Dulu Penyelamat saat Krisis Pangan, Inilah Tempe Gembus, Cikal Bakal Kuliner Legendaris Khas Solo |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Legendaris Solo : Cicipi Roti Kecik Ganep yang Sudah Ada Sejak Tahun 1881 |
|
|---|
| Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Unik di Klaten : Cicipi Soto Garing Tanpa Kuah, Menu Sarapan Sejak Tahun 1973 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Seporsi-Harjo-Bestik-kuliner-legendaris-di-Solo.jpg)