Sejarah Kuliner Legendaris

Asal-usul Bestik, Kuliner Legendaris di Solo yang Terinspirasi dari Belanda

Sampai saat ini, banyak kuliner di Solo sangat kebarat-baratan, seperti selad solo ataupun bestik.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Instagram/@ harjobestik_cab.nonongan
KULINER LEGENDARIS SOLO - Seporsi Harjo Bestik, kuliner legendaris di Solo, pada Rabu (20/4/2022). Begini sejarah bestik hingga jadi kuliner ikonik Kota Solo. (Instagram/@ harjobestik_cab.nonongan) 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perkembangan kuliner di Kota Solo, Jawa Tengah, tak lepas dari sejarah panjang di era penjajahan kolonial.

Sampai saat ini, banyak kuliner di Solo sangat kebarat-baratan, seperti selad solo ataupun bestik.

Nah tahukah Tribuners bagaimana asal-usul bestik?

Baca juga: 5 Kuliner Malam Solo yang Enak: Ada Bestik, Dimsum hingga Susu Segar

Sejarah Bestik

Bestik atau bistik merupakan pelafalan lidah Jawa untuk ”beefsteak”.

Sama seperti beefsteak, bestik juga berbahan dasar daging sapi.

Namun, uniknya, tak hanya daging sapinya yang digunakan sebagai bahan baku utama, aneka jeroan pun diolah sebagai steak ala rakyat Solo.

Jangan pernah membayangkan gelondongan daging ketika menikmati bestik. Bestik solo diolah dari cincangan daging, lidah, hingga jeroan.

Menu bestik akhirnya menjadi sangat beragam mulai dari bestik daging sapi, bestik lidah sapi, bestik jeroan sapi, bestik dadar lidah, bestik ayam, hingga bestik brutu.

Bestik atau steak sapi hingga ayam ala Solo ini dengan mudah dijumpai di warung kaki lima.

KULINER LEGENDARIS SOLO - Seporsi Harjo Bestik, kuliner legendaris Solo yang eksis sejak 1950an. Berikut rekomendasi kuliner malam khas Solo untuk berbuka puasa. (surakarta.go.id)
KULINER LEGENDARIS SOLO - Seporsi Harjo Bestik, kuliner legendaris Solo yang eksis sejak 1950an. Berikut rekomendasi kuliner malam khas Solo untuk berbuka puasa. (surakarta.go.id) (surakarta.go.id)

Terinspirasi dari Belanda

Kuliner yang terbuat dari protein hewani sebenarnya merupakan inspirasi dari kebiasaan makan orang Belanda dan para bangsawan pada zaman dulu, lo.

Ya, masyarakat biasa mungkin akan kesulitan menjangkau daging karena harganya yang mahal.

Sehingga makanan-makanan yang terbuat dari daging dan mendapat pengaruh kuliner Eropa biasanya datang dari kalangan Bangsawan nih.

Baca juga: Sejarah Jembatan Bacem Sukoharjo, Benarkah Saksi Peristiwa Berdarah?

Fakta Menarik Sajian Bestik Khas Solo

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved