Sejarah Kuliner Legendaris

Sejarah Es Gabus, Kuliner Jadul yang Mulai Langka di Solo, Pernah Populer di Tahun 80-90an

Kuliner satu ini mulai langka di Solo Raya, Jawa Tengah, tergantikan oleh kuliner es kekinian.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Tribun Jatim Timur/Aflahul Abidin
ES GABUS - Iwan Kurniawan saat menjajakan es gabus di Kabupaten Banyuwangi. Begini sejarah es gabus, kuliner yang mulai langka di Solo, Jawa Tengah. 
Ringkasan Berita:
  • Es gabus, camilan Indonesia sejak era kolonial Belanda, terbuat dari tepung hunkwe, santan, dan gula, dibekukan hingga kenyal dan lembut menyerupai gabus, biasanya berbentuk balok pipih dan warna pelangi.
  • Favorit anak-anak era 1980–1990-an, dijajakan pedagang keliling, sekolah, dan pasar; termasuk warisan kuliner Nusantara dan tercatat KBBI.
  • Rasa populer pandan, cokelat, dan buah; di Solo tersedia sekitar Stadion Manahan, CFD Sriwedari, melalui GoFood, atau distributor frozen food lokal.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Es gabus adalah salah satu jajanan legendaris Indonesia yang telah ada sejak era kolonial Belanda.

Kuliner satu ini mulai langka di Solo Raya, Jawa Tengah, tergantikan oleh kuliner es kekinian.

Es gabus terbuat dari tepung hunkwe, santan, dan gula, kemudian direbus dan dibekukan hingga menghasilkan tekstur kenyal namun lembut saat dicairkan, menyerupai gabus, itulah asal nama es ini.

Baca juga: Misteri dan Sejarah Sungai Bengawan Solo: dari Legenda Air Mata Ibu hingga Jejak Sungai Purba

Biasanya es gabus disajikan berbentuk balok pipih dan diberi warna pelangi, serta kerap ditambahkan cokelat cair atau varian rasa lain seperti pandan, stroberi, mangga, hingga durian.

Salah satu pedagang es gabus di Kali Pepe Land yang berasal dari warga sekitar, Yesika Pravangasta. Yesika mengaku dagangannya laris saat berjualan di tempat wisata ini. Belum lagi dirinya tidak dipungut biaya oleh manajemen. Sehingga dia merasa sangat terbantu
KULINER SOLO - Salah satu pedagang es gabus di Kali Pepe Land yang berasal dari warga sekitar, Yesika Pravangasta. Yesika mengaku dagangannya laris saat berjualan di tempat wisata ini. Belum lagi dirinya tidak dipungut biaya oleh manajemen. Sehingga dia merasa sangat terbantu (TribunSolo.com)

Sejarah dan Popularitas

Es gabus sempat dikenal dengan sebutan “es kue” dan menjadi camilan favorit anak-anak pada dekade 1980-an hingga 1990-an. Jajanan ini banyak dijajakan pedagang keliling, di sekolah, dan di pasar tradisional.

Popularitasnya bertahan lintas generasi karena harga terjangkau dan rasanya yang sederhana.

Penggunaan tepung hunkwe menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa dalam kuliner Nusantara, menjadikan es gabus bukan sekadar camilan, tetapi juga bagian dari warisan kuliner Indonesia.

Makanan ini bahkan telah dicatat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai jajanan legendaris rakyat Indonesia.

Baca juga: 5 Pilihan Kuliner di Klaten Jateng Selain Sop Ayam dan Soto, Ada Sajian Legendaris

Tekstur dan Varian Rasa

Tekstur es gabus unik, padat tapi empuk saat digigit.

Setelah beku, es ini kenyal dan lembut menyerupai spons, meskipun tidak terbuat dari spons.

Varian rasa yang populer antara lain:

  • Pandan: Aroma wangi khas pandan.
  • Cokelat: Manis legit dari bubuk atau pasta cokelat.
  • Buah: Menggunakan jus atau pasta buah seperti stroberi, mangga, dan durian.

Es gabus biasanya dipotong berbentuk balok tipis dan dijual dalam warna-warna ceria seperti pelangi, menjadikannya camilan yang menarik perhatian anak-anak.

Tempat Beli Es Gabus di Solo

Di Solo, es gabus masih bisa ditemukan meski tidak sepopuler era 1990-an. Beberapa lokasi populer antara lain:

  • Sekitar Stadion Manahan: Penjual keliling mangkal, harga sekitar Rp2.000 per potong.
  • Car Free Day (CFD) Sriwedari/Slamet Riyadi: Banyak penjual es gabus saat akhir pekan.
  • GoFood/GrabFood: Cari dengan kata kunci “Es Gabus”, contohnya Es Gabus & Es Podeng di Jl. Joko Tingkir Pajang atau Agen Es Wawan/Gabus.
  • Distributor Frozen Food: Beberapa toko online lokal menjual es gabus jadul dalam bentuk beku.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved