Sejarah Kota Solo
Sejarah Dibangunnya Masjid Agung Keraton Surakarta, Ada Alasan Mengapa Dekat Pasar Klewer
Pada zaman kepemimpinan Paku Buwono IV sempat terjadi renovasi dengan mengganti mustaka dengan lapisan emas murni seberat 7,69 kg
|
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Oleh karena itu alun-alun dan Pasar Klewer sebagai represantasi dari unsur duniawi dan Masjid Agung Keraton Surakarta sebagai lambang dari unsur keislaman dan keagamaan.
Secara keseluruhan yang memiliki andil dalam dalam pembangunan dan pengembangan Masjid Agung Keraton Surakarta adalah Paku Buwono II, Paku Buwono IV, Paku Buwono VII dan Paku Buwono X.
Adapun pengelolaan Masjid Agung Keraton Surakarta awalnya menggunakan dana keraton, namun pada tahun 1952 kemudian berpindah pada Departemen Agama.
Namun tahun sejak 23 Juli 1988, pengelolaan masjid diserahkan kembali kepada Keraton Kasunanan Surakarta.
(*)
Tags
Masjid Agung Keraton Solo
Masjid Agung Surakarta
Masjid Agung Keraton Surakarta Hadiningrat
Sejarah Masjid Agung Surakarta
Kauman
Pasar Kliwon
Berita Terkait
Berita Terkait: #Sejarah Kota Solo
Mengenal Sejarah Batik di Solo dan Berbagai Jenis Motifnya, Terkenal Berkualitas Bagus |
![]() |
---|
Alasan Mengapa Kota Surakarta juga Disebut Solo, Ada Pengaruh Penjajah Belanda |
![]() |
---|
Mulai Ramai Pemudik, Ini Fakta Menarik tentang Terminal Tirtonadi Solo yang Beroperasi Sejak 1976 |
![]() |
---|
Alasan Mayoritas Orang Solo Lebih Suka Makanan Manis daripada Pedas, Dianggap Simbol Kenikmatan |
![]() |
---|
Asal Muasal Dibangunnya Pasar Klewer, Namanya Klewer Gara-gara Dagangan Penjual yang Kleweran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.