Ramadan

Asal Usul Tradisi Mudik Setiap Momen Jelang Lebaran Idulfitri dan Mengapa Disebut 'Mudik'?

Mudik dikaitkan dengan kata 'udik' yang artinya kampung, desa, dusun, atau daerah yang merupakan lawan kata dari kota.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
ILUSTRASI MUDIK - Kedatangan peserta mudik gratis di Terminal Tipe A Giri Adipura Wonogiri, Kamis (4/4/2024) malam 

TRIBUNSOLO.COM - Menjelang hari raya idulfitri atau lebaran, istilah mudik akan sering terdengar.

Tradisi mudik di Indonesia ini konon sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit namun istilah mudik dikenal luas sekira tahun 1970-an.

Menurut laman Indonesia Baik oleh Kominfo, mudik adalah singkatan dari 'mulih dilik' yang artinya pulang sebentar. 

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik artinya (berlayar, pergi) ke udik (hulu sungai, pedalaman): dari Palembang -- sampai ke Sakayu; Pulang ke kampung halaman, seminggu menjelang Lebaran sudah banyak orang yang --

Jika menurut pada Wikipedia, mudik diartikan sebagai kegiatan perantau atau pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya.

Baca juga: SOPIR Tewas dalam Kecelakaan Sigra Tertabrak KA Batara Kresna di Sukoharjo, Angkut Rombongan Mudik

Kata mudik ini sebenarnya merupakan singkatan yang berasal dari Bahasa Jawa Ngoko.

Seperti yang disebutkan dalam laman Indonesia Baik, mudik merupakan singkatan dari 'mulih dilik' yang artinya adalah pulang sebentar.

Jadi sebenarnya kata mudik ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Lebaran.

Namun seiring perkembangan, kata mudik kini telah mengalami pergeseran makna.

Mudik dikaitkan dengan kata 'udik' yang artinya kampung, desa, dusun, atau daerah yang merupakan lawan kata dari kota.

Dengan pendekatan itu, maka kata mudik diartikan sebagai kegiatan seseorang pulang ke desa atau kampung halamannya.

Ada Sejak Kerajaan Majapahit

Tradisi mudik ini sudah ada sejak zaman kerajaan Majapahit.

Dahulu para perantau pulang ke kampung halaman untuk membersihkan makam para leluhurnya.

Hal ini dilakukan untuk meminta keselamatan dalam mencari rezeki.

Baca juga: Puncak Arus Mudik di Solo Diprediksi Jumat 28 Maret 2025, Ini 5 Jalan yang Berpotensi Macet

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved