Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Menteri Kunjungi Jokowi di Solo

Menteri Prabowo Berbondong-bondong Datang ke Solo Temui Jokowi, PKB Bantah Ada 'Matahari Kembar'

PKB meminta publik tidak mempolitisasi tindakan sejumlah menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto yang bertamu ke rumah Jokowi.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati
MENTERI KUNJUNGI JOKOWI - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), pada Jumat (11/4/2025), siang. Kunjungan sejumlah menteri ke rumah Jokowi di Solo mendapat tanggapan dari elite parpol. (KOMPAS.COM/Fristin Intan Sulistyowati) 

TRIBUNSOLO.COM - Anggota Komisi III DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, memberikan tanggapannya soal sejumlah menteri kabinet Prabowo Subianto yang datang ke Solo untuk bertemu Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi hal itu, PKB meminta publik tidak mempolitisasi tindakan sejumlah menteri kabinet Presiden Prabowo Subianto yang bertamu ke rumah Jokowi.

Pasalnya kata dia, kunjungan sejumlah menteri Prabowo ke Solo sekadar halalbihalal.

Baca juga: Istana Buka Suara soal Menteri Kunjungi Jokowi di Solo dan Panggil Bos, Bantah Ada Matahari Kembar

Politikus PKB itu meminta publik berpikiran positif, di mana pertemuan itu sebatas ajang silaturahmi.

"Sudahlah, kita tidak usah mempolitisir halalbihalal. Kita publik sudah bisa menilai semuanya mana yang tulus, mana yang tidak. Mana itu peristiwa politik, mana peristiwa halalbihalal," kata Jazilul di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (14/4/2025).

"Karena sekarang ini media sosial ini luar biasa, dan sebab itu ambil positifnya saja untuk ke depan ini. Jadi masa iya seorang menteri tidak boleh halalbihalal? Boleh saja, kita semuanya boleh kok," ujarnya.

Jazilul Fawaid lantas membantah adanya persepsi "matahari kembar" di pemerintahan Prabowo.

Baca juga: Penggugat Ijazah Palsu Jokowi di Solo Tuntut Tunjukkan Ijazah Asli saat Sidang, Hingga Diuji Karbon

Adanya dua pemimpin disebutnya tidak mungkin terjadi karena tidak diperbolehkan secara konstitusi.

"Di dalam konstitusi kita tidak memungkinkan ada matahari kembar. Tidak ada itu. Yang ada presiden dengan wakil presiden. Kalau itu dianggap matahari kembar, ya tidak. Karena konstitusinya itu bukan kembar, itu ada di presiden," kata Jazilul.

Adapun sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai kunjungan sejumlah menteri Prabowo ke rumah Jokowi bisa menimbulkan spekulasi negatif.

Politisi PKS, Mardani Ali Sera, menilai kunjungan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih itu dapat menimbulkan kesan adanya "matahari kembar."

"Bagaimanapun presiden kita Pak Prabowo, dan Pak Prabowo sudah menunjukkan determinasinya, kapasitasnya komitmennya, dan saya pikir Pak Prabowo juga tidak tersinggung ketika ada menterinya yang ke Pak Jokowi," kata Mardani dikutip Kompas.com, Jumat (11/4).

(*)

 

Sumber: Kompas TV
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved